Politik & Pemerintahan

Politik & Pemerintahan

Usai Bertemu Menko Maritim, Bunaken Akan Disulap Jadi Cantik

Manado, TrenIndo.com - Taman Laut Bunaken di Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu primadona pariwisata bahari di Indonesia. Selain karangnya yang cantik dan indah, banyak biota laut yang hidup dan menggoda mata para wisatawan yang mau snorkeling di sana.

Tapi tunggu dulu. Pemandangan alam bawa laut di Bunaken yang indah dan cantik itu, hanya dapat kita nikmati di era tahun 90 an. Nyaris di 16 tahun terakhir ini, keindahannya berangsur-angsur hilang. Banyak karang dan ikan-ikan yang mati. Bahkan, sejumlah falilitas tempat santai mulai terlihat rusak karena tak terurus.

Sepertinya pengelolaan managemen Taman Laut Bunaken ada yang salah. Bunaken yang sudah terlanjur mendunia kini tak cantik lagi. Icon wisata bahari Nyiur Melambai itu kini terancam hilang dan tinggal cerita. Tak ingin itu terjadi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara langsung bergerak cepat.

Gubernur Olly Dondokambey didampingi Wakil Gubernur Steven Kandouw, Jumat akhir pekan lalu bertemu Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya RI, Rizal Ramli. Pemerintah sepertinya memberi perhatian khusus kepada asset mereka yang satu ini. Dalam waktu dua tahun, Bunaken akan disulap menjadi cantik.

“Pak gubernur dan pak wakil gubernur, bertemu pak Menko Maritim untuk membicarakan kelestarian dan kehidupan taman laut Bunaken di Sulawesi Utara. Dari hasil perbincangan itu, pak menteri mensupport penuh dan bersedia membantu melestarikan kembali kehidupan di taman laut Bunaken dan akan berkoordinasi dengan beberapa kementerian terkait guna menunjang pertumbuhan pariwisata di Sulawesi Utara,”ujar Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov Sulut, DR Jemmy Kumendong, Minggu (10/4)

Dalam pertemuan itu, gubernur dan Menko Maritim juga membahas sejumlah kendala dan penyebab sehingga banyak terumbu karang yang mati.

“Sampah menjadi penyebab terumbu karang di taman laut Bunaken itu mati. Persoalan itu sudah dibahas bersama dengan pak Menteri,” ujar Kumendong.

Dia menjelaskan, setiap hari kiriman sampah dari Manado, Minahasa dan Minahasa Utara di perairan pulau Bunaken semakin banyak, khusus dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano.

“Nantinya di DAS ini aka nada perbaikan. Masyarakat jangan lagi buang sampah di DAS. Nantinya juga, ada perbaikan soal managemen organisasi pengelolaan lokasi wisata di Bunaken agar lebih jelas dan bias mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,”ucap Kumendong.

Dikatakannya, dalam perbaikan itu Pemprov menargetkan waktu yang tidak terlalu lama agar persoalan kelestarian taman laut Bunaken segera ada solusi.

“Target dua tahun kedepan objek wisata di pulau Bunaken sudah lebih baik. Pak Gubernur berharap seluruh stakeholders terkait mendukung penuh langkah yang dilakukan ini. Sebab apa yang pak gubernur dan pak wakil gubernur lalukan ini semuanya untuk kemajuan Sulut,”tandasnya.(mar)

 

Foto: WISATAWAN yang datang snorkeling di Taman Laut Bunaken semakin hari semakin berkurang.(foto ist)


Pasar Segar