Health

Health

Tidak Sarapan Tingkatkan Risiko Obesitas Anak Jadi 2 Kali Lipat

Jakarta, Bagi para orang tua, penting untuk memastikan buah hatinya sudah sarapan sebelum beraktivitas. Sebab, studi terbaru menemukan anak yang tidak sarapan dua kali berisiko obesitas, bahkan jika dibandingkan dengan mereka yang mendapat sarapan dobel.

Sarapan dobel dalam hal ini yakni ketika anak sudah sarapan di rumah, kemudian di sekolah mereka kembali sarapan. Hal ini bisa terjadi karena beberapa sekolah mulai membentuk klub sarapan guna memastikan anak mendapat asupan makanan di pagi hari, demikian diungkapkan ketua peneliti Prof Jeanette Ickovicks dari Yale University.

"Ada kekhawatiran bahwa sarapan dobel justru meningkatkan risiko obesitas pada anak. Tapi, studi kami tidak mendukung kekhawatiran itu. Sebaliknya, dengan menyediakan sarapan di sekolah membantu mengurangi risiko anak jajan sembarangan dan bisa membantu siswa mempertahankan berat badan yang sehat," tutur Prof Ickovicks.

Untuk studi ini, tim peneliti mengamati 584 murid dari 12 sekolah yang menyediakan sarapan dan makan siang untuk muridnya. Peneliti mengamati menu, lokasi dan pola makan anak serta berat badan mereka selama dua tahun yaitu dari tahun 2011-2012 dan 2013-2014.

Hasilnya diketahui bahwa anak yang melewatkan sarapan atau sarapan dengan tidak tertair dua kali lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan dibandingkan anak yang sarapan, bahkan mendapat sarapan dobel. Perubahan bobot anak yang sarapan dobel juga tidak jauh berbeda dengan siswa lain yang rutin sarapan.

Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan di jurnal Paediatric Obesity ini, peneliti lain Dr Marlene Schwarts mengatakan ketika melihat hubungan sarapan di sekolah dengan berat badan anak, maka sarapan dobel akan lebih baik bagi anak dibanding mereka tidak sarapan sama sekali.

"Apalagi selama ini sudah banyak penelitian yang menyebutkan sarapan bisa meningkatkan prestasi akademik anak, membuat kesehatan anak lebih baik, dan membuat berat badan anak lebih terkontrol," ucap Prof Schwartz, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (19/3/2016). (dtk)


Pasar Segar