Daerah

Daerah

Terjaring Ops Pekat, Abet Petani Cap Tikus Minsel Menangis

MANADO – AL alias Abet (54), petani minuman keras (Miras) jenis cap tikus asal Minsel, menangis ketika terjaring operasi penyakit masyarakat atau Pekat Samrat 2016, di jalan trans Sulawesi, tepatnya depan Mercure Hotel, Tanawangko Minahasa, Jumat (11/03/2016) siang.


Kepada petugas, Abet mengaku cap tikus yang dijaring petugas Satgas 1 Ops Pekat Samrat Polda Sulut akan dibawa ke Sangihe, melalui jalur laut. “Akan dibawa ke Sangihe, lewat pelabuhan Manado,” terang Abet kepada penyidik Polda Sulut.


Dengan linangan air mata, Abet juga mengaku kalau puluhan liter minuman yang disimpan didalam plastik bening, telah dipesan saudaranya yang berada di Sangihe. “Dipesan saudara buat ole-ole saja pak. Tidak akan dijual,” tutur Abet.


Dalam operasi itu selain Abet, polisi juga berhasil mengamankan empat pelaku lain masing-masing, MM alias Merry, AA alias Albert, JL alias Jovli dan MA alias Melky, keempatnya warga Minsel.


Dari informasi yang diperoleh Trenindo.com, Abet, Merry, Albert, Jovli dan Melky diamankan didalam mobil Avanza DB 1022 EA, ketika akan menuju ke Manado. Didalam mobil tersebut, petugas berhasil mengamankan ratusan liter cap tikus yang disimpan didalam galon dan kantong plastik bening.


Kepada petugas, Merry mengaku, cap tikus yang ditemukan didalam mobil Avanza rencananya akan dibawa ke kakaknya di Paniki Manado. “Milik saya hanya satu galon. Itu titipan kakak, karena kakak akan ada acara, jadi kakak suruh bawa cap tikus,” terangnya.


Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik ketika dikonfirmasi mengatakan, penangkanan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat. “Para pelaku dan barang bukti ratusan liter Miras telah diamankan di Polda Sulut. Saat ini pelaku sementara menjalani pemeriksaan,” terang Damanik.(JEM)

 

Foto: Ilustrasi Miras


Pasar Segar