Sports

Sports

Tak Lancar Berbahasa Inggris, Jorge Sampaoli Kalah Bersaing Dengan Antonio Conte

TrenIndo - Mantan pelatih Chili Jorge Sampaoli menyatakan bahwa dia kehilangan kesempatan menukangi Chelsea dikarenakan kemampuan berbahasa Inggrisnya yang masih minim.

“Saya menggelar pertemuan dengan pemilik Chelsea dan dia berkata bahwa saya adalah pilihan pertama.” ujarnya lewat wawancara dengan radio vortex.

“Saya hampir menjadi pelatih Chelsea, tetapi kemudian muncul Conte dan kompetisi pun terjadi antara kami berdua.”

Pelatih berusia 56 tahun asal Argentina itu mengklaim lewat sebuah wawancara radio bahwa dia adalah pilihan utama Roman Abramovich sebelum kabar Antonio Conte berhembus ke permukaan. Manajer asal Italia menjadi satu-satunya calon terkuat saat ini, usai pengakuan Carlo Tavecchio, Presiden Asosiasi Sepak Bola Italia yang menyatakan bahwa Antonio Conte akan meninggalkan tim berjuluk Gli Azzuri setelah turnamen Euro selesai.

“Pilihan yang tersedia antara saya atau dia. Saya butuh waktu untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris saya, tetapi klub Inggris ini tidak memberikan saya waktu.” Sampaoli meninggalkan Chili pada bulan Januari dengan alasan Federasi Sepakbola Chili kurang menghargainya. Pelatih asal Argentina ini membawa Chili meraih 5 kemenangan selama kualifikasi Piala Dunia,  meninggalkan timnas setelah sebelumnya membawa Chili menjuarai Copa Amerika pertama kali dalam sejarah.

Antonio Conte Semakin Mendekat Ke Kota London

Pemilik Chelsea, Roman Abramovich menjadikan Conte sebagai kandidat favorit menggantikan Mourinho yang dipecat Desember akhir tahun lalu diukur juga dari kesuksesannya terdahulu membesut raksasa kota Turin, Juventus.

The Independent melaporkan bahwa sebelum Mourinho meninggalkan Chelsea, nama Conte muncul menjadi salah satu kandidat kuat pengganti, disamping nama-nama seperti Jorge Sampaoli, Diego Simeone ataupun Massimiliano Allegri.

Mantan pelatih La Vecchia Signora itu dikabarkan semakin pasti hijrah ke Chelsea musim depan menyusul konfirmasi akan mundurnya pelatih Italia tersebut usai kejuaraan Euro 2016 mengutip pernyataan dari Federasi Sepakbola Italia.

Carlo Tavecchio, presiden Federasi Sepakbola Italia berkata, “Antonio telah memberi tahu rencananya setelah Euro bersama Italia. Dia rindu bekerja setiap hari di lapangan bersama pemain-pemain. Alasannya sangat dapat dimengerti. Kami selalu mendukungnya dan menerima keputusannya.”

Conte menggantikan Cesare Prandelli yang mengundurkan diri sebagai pelatih Italia usai tereliminasi di fase grup Piala Dunia 2014 di Brazil. Mantan pemain Juventus ini membawa Italia lolos ke kejuaraan Euro tanpa sekalipun meraih kekalahan. Sebagai pemain Juventus, Conte berhasil menjuarai Seri A sebanyak 5 kali dan Liga Champions di tahun 1996. Mengulangi suksesnya sebagai pemain, Conte berhasil membawa klub yang sama meraih 3 gelar scudettosebagai pelatih dari tahun 2011-2014.

Menurut informasi yang beredar, pria asal Italia ini tengah mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya guna mempersiapkan diri menjadi manajer Chelsea. Setelah segala proses negosiasi rampung, Chelsea dikabarkan akan segera mengumumkan penunjukkan Conte sebelum musim kompetisi 2015/2016 berakhir, melanjutkan tugas dari sang caretaker Guus Hiddink. Usai kegagalan Chelsea di musim ini, Conte diharapkan mampu merevitalisasi klub asal kota London tersebut yang saat ini terdampar di posisi 10 klasemen Liga Inggris.

(RBT)

Antonio Conte - Carlo Tavecchio


Pasar Segar