Sports

Sports

Saran Dwight Yorke untuk Manchester United

TrenIndo - Legenda Manchester United angkat bicara saat ditanya perihal mantan klub yang pernah dibelanya itu. Menurut salah satu pahlawan Setan Merah saat meraih treble winner tahun 1999, sepakbola yang diterapkan manajer United selama ini ‘tidak dapat diterima’ dan Van Gaal adalah orang yang wajib menerima konsekuensi, sekaligus bertanggung jawab penuh apalagi kalau nantinya gagal di kompetisi FA Cup dan Liga Europa, dua kompetisi yang memungkinkan United dalam meraih silverware musim ini.

 

Van Gaal yang dikontrak MU sampai pada akhir musim depan akan memasuki pekan yang cukup krusial. Mencoba membalikkan keadaaan defisit 2 gol dari Liverpool di leg pertama pertemuan 16 besar Liga Europa, bertandang ke Etihad Stadium dalam persaingan memperebutkan tiket ke Liga Champions musim depan dan menjalani partai replay FA Cup setelah di pertemuan sebelumnya bermain imbang1-1.

 

Yorke menanggapi, “Bila lolos mengalahkan Liverpool dan West Ham, sementara melihat klasemen liga Inggris anda berada di peringkat empat dan seketika anda masih berada di dua turnamen, mungkin peringkat empat di liga adalah hasil yang tidak buruk. Saya berpikir apa yang Van Gaal berikan hingga akhir musim ini sangat menentukan apa dia layak bertahan atau tidak.”

 

“Seorang manajer harus mencari tahu penyebab pemain tidak dalam performa terbaiknya dan memberikan motivasi, itu merupakan tugas dari manajer untuk dapat mengeluarkan potensi tebaik mereka.”

 

Ditanya soal gaya sepakbola yang banyak mendapat kritikan dari suporter setia The Red Devils, Yorke berkata, “Ini harus diubah. Saya tidak melihat permainan sebuah klub bernama Manchester United selama 2 tahun belakangan ini. Kami dapat mengerti bahwa transisi itu ada tapi kami tidak dapat menerima tempat kami berada dan cara kami bermain. Tipe permainan semacam ini tidak dapat diterima , ini bukan cara Manchester United, tidak ada yang bekerja keras.”

 

Menurut Yorke yang berusia 44 tahun, hanya ada satu sosok yang layak menggantikan Van Gaal. Dia adalah mantan rekan setimnya terdahulu sekaligus asisten manajer MU, Ryan Giggs.

 

“Saya ingin mengatakan ini secara khusus. Giggs telah bekerja selama 3 tahun dan anda telah melihat bagaimana sepakbola dapat berubah dengan cepat. Di spanyol, 3 pelatih muda menukangi 3 klub papan atas. Anda juga akan melihat sosok Pep musim depan di EPL, manajer muda berusia 45.”

 

“Anda harus menerima bahwa Jose Mourinho adalah pelatih hebat tapi bila ada perubahan dan Van Gaal pergi, maka Giggs yang harus jadi manajer. Bila mereka tidak melakukan itu musim ini atau musim depan, maka Giggs tidak akan lagi berada di Old Trafford. Bila dia tidak naik ke posisi itu setelah 3 tahun melihat apa yang telah terjadi di sana, lalu kapan? Setelah 10 tahun?

 

“Hanya ada satu kandidat. Tidak dapat dipertanyakan lagi siapa yang seharusnya mendapatkan pekerjaan itu.”

(Sumber: The Independent)

 

(RBT)


Pasar Segar