Internasional

Internasional

Presiden AS Kunjungi Kuba, Pertama Kali dalam 88 Tahun

Jakarta, CNN Indonesia -- Barack Obama menjadi Presiden Amerika Serikat pertama dalam 88 tahun yang mengunjungi Kuba, setelah hubungan diplomatik kedua negara membaik. 

Obama tiba di Havana pada Minggu (20/3) di tengah pengamanan ketat aparat dan pasukan keamanan yang sebagian besarnya berpakaian preman. Havana memasuki hubungan baru dengan Washington setelah pemerintahan komunis Kuba sebelumnya bersitegang dengan 10 presiden AS.

Kuba dan AS memulai normalisasi hubungan setelah Castro dan Obama sepakat menghentikan pertikaian pada Desember 2014. Kedua negara bertikai usai pemerintah pro-Amerika digulingkan dalam revolusi Kuba tahun 1959.

Jalanan kota Havana telah dipercantik jelang kunjungan Obama selama 48 jam di Kuba. Aspal jalanan yang bolong mulai ditambal. Sebelumnya, ada lelucon di antara para sopir di kota ini, bahwa navigasi GPS Havana seharusnya juga memuat informasi soal lobang di jalanan, saking banyaknya aspal yang rusak.

Poster dan papan selamat datang bermunculan di Havana. Foto-foto Obama disandingkan dengan Presiden Kuba Raul Castro. Gambar yang langka itu membuat beberapa yang melihatnya merasa harus berfoto selfie di depannya.

Kedua negara mulai meningkatkan hubungan, salah satunya dengan menormalisasi perdagangan, terutama di sektor telekomunikasi, penerbangan dan kerja sama penegakan hukum serta perlindungan alam, yang telah ditandatangani kesepakatannya.

Papan ucapan selamat datang bagi Presiden AS Barack Obama di Havana jadi objek foto. (Reuters/Enrique De La Osa)

 

"Obama adalah orang yang berani karena menyetujui hubungan dengan Kuba," kata seorang guru sekolah di Havana, Elena Gonzalez, 43.

Walau mulai membangun kembali "kemesraan", namun masih ada ganjalan dalam hubungan AS-Kuba. Di antaranya adalah embargo ekonomi yang sudah berusia 54 tahun. Obama terpaksa menggunakan hak eksekutifnya untuk melonggarkan larangan dagang dan perjalanan ke Kuba setelah upaya serupa dijegal kubu Republik di Kongres.

Kuba juga terus mengeluhkan okupasi AS di pangkalan angkatan laut Guantanamo yang kini jadi penjara tersangka teroris. Selain Guantanamo, gesekan kedua negara juga masih ada terkait dukungan AS terhadap para pemberontak Kuba dan radio serta TV anti-komunis.

AS sementara itu masih mengkritik sistem satu partai di Kuba dan represi terhadap lawan politik. Beberapa hari sebelum kunjungan Obama pun, polisi Kuba telah menahan lebih dari 200 aktivis.

"Bertahun-tahun rasa saling tidak percaya dan kami tidak mengubah sistem, nilai-nilai," kata Ileana Valdes, perawat, 55.

Perbedaan kedua negara diprediksi tidak akan banyak diangkat dalam pertemuan Obama dan castro pada Senin waktu setempat, atau saat makan malam kenegaraan di malam harinya.

Namun yang paling ditunggu adalah pidato Obama yang akan disiarkan langsung oleh televisi Kuba pada Selasa mendatang. Obama juga akan bertemu para rival politik pemerintah Castro serta menghadiri pertandingan baseball antara tim nasional Kuba dengan Tampa Bay Rays.

"Zaman telah berubah dan saya senang kami punya hubungan lagi dengan Amerika Serikat, walau mereka masih menerapkan embargo. Tapi kami tidak bisa menyalahkan semua masalah kepada embargo AS," ujar Barbaro, Echevarria, 28, mahasiswa di Havana. (cnn)

 


Pasar Segar