Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

Polda Sulut Lempar ‘Dosa’, Dirnarkoba Curhat, Berkas Kasus Narkoba Oknum Legislator Manado Segera Dilimpahkan

Manado, TrenIndo.com – Direktur Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Sulut, Kombes Pol Edy Djubaedi, Sabtu (09/04/2016) sore mengatakan, pihaknya akan segera melimpahkan berkas perkara kasus narkoba anggota DPRD Manado, Sicilia Longdong ke Kejaksaan.

Itu dikatakan Kombes Pol Edy Djubaedi, mengingat sorotan tajam dari kalangan masyarakat terus dituai Polda Sulut, yang dinahkodai Brigjen Pol Wilmar Marpaung kala menangani kasus tersebut.

“Coba teman-teman luruskan. Yang kami lakukan ini ada dasar aturannya. Barang bukti 0,15 gram yang kita temukan ditangan Sicilia jauh dibawah standar UU MA. Tidak ada main mata. Bahkan Senin pekan depan, berkas kasus itu akan kita limpahkan ke Kejaksaan,” terang Edy kepada sejumlah wartawan di Mapolda.

Dijelaskan Edy, asesmen diberlakukan kepada oknum anggota legislator Manado, karena Sicilia hanyalah pemakai, bukan sebuah jaringan. Meski kata Edy, pihaknya menemukan barang haram 0,15 gram ditangan Sicilia.

“Dia (Sicilia, red) mengaku beli dari temannya di Jakarta. Dia hanya pemakai, berbeda dengan tersangka lain yang kita amankan. Meski barang bukti lebih sedikit, tapi mereka adalah pengedar dan sebuah jaringan. Beda dengan Sicilia,” terang Edy.

“Hukum memang seperti ini, kalau berandai-andai bisa salah. Penyidik melakukan hal ini karena dasar hukumnya jelas. Tidak ada intervensi dari pihak manapun. Kita menjalankan berdasarkan aturan hukum. Saya tidak mengurang-ngurangi dan tidak nambah. Saya sudah menjalani dan tau semua apa yang saya lakukan. Dalam hidup ini yang saya takut adalah dosa. itu saja,” semburnya.

Dijelaskan Edy juga, selain Sicilia, pihaknya memberlakukan hal yang sama kepada empat tersangka masing-masing, MYLM alias Lumentut, RM alias Mewengkang, ABL alias Limbong dan SME alias Endey yang diamankan pihaknya di Deluxe Peninsula Manado.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan jika Sicilia wajib menjalani proses hukum seperti para tersangka pengguna narkotika lainnya didalam jeruji besi.

“Wajib diproses. Karena dia ditangkap, ada proses penangkapannya. Siapapun yang terkait dengan proses penangkapan, kalau ada barang bukti harus diproses,” terang Sumirat.

Seperti informasi yang diperoleh Trenindo, penangkapan terhadap oknum anggota DPRD Manado itu terjadi, Jumat (01/04/2016) dinihari, di Happy Puppy Karaoke Family. Selain Sicilia, petugas juga mengamankan tiga pegawai PU Minut dan satu leadis di Deluxe.

Dalam proses penyelidikan, Sicilia dan empat tersangka Deluxe diduga mendapat perlakuan yang istimewa, sehingga sorotan tajam terus dituai korps baju coklat yang dinahkodai Wilmar Marpaung.

Alhasil, kepolisian langsung mengambil langkah cuci tangan dengan merencanakan akan melimpahkan berkas perkara kasus narkoba itu ke Kejaksaan pekan ini.(JEM)

 

Foto: Konferensi pers bersama Diresnarkoba dan Kabid Humas Polda Sulut.


Pasar Segar