Sports

Sports

Pit Stop Juventus

TrenIndo.com - Sempat terpuruk di awal musim, Juventus langsung tancap gas. Meninggalkan para pesaingnya, memimpin dengan perbedaan 6 poin dengan peringkat kedua Napoli hingga giornata 31 Seri A. Semenjak kekalahan terakhir di liga oleh Sasuolo pada 28 Oktober tahun lalu, “La Vecchia Signora” langsung mengejar ketertinggalan dengan meraih 20 kemenangan dari 21 pertandingan terakhir di pentas liga. Ditambah dengan rekor yang ditorehkan oleh penjaga gawang mereka Gianluigi Buffon dengan 974 menit tanpa kebobolan di pentas Seri A, semakin menambah torehan gemilang mereka pada musim ini.

Prestasi yang diraih Juventus tidak lepas dari kebijakan dari manajemen pada awal musim. Hengkangnya pilar utama tim yang membawa kesuksesan pada musim sebelumnya memang menjadi problema tersendiri bagi manajemen. Sebut saja Carlos Tevez, Arturo Vidal, dan Andrea Pirlo merupakan pemain utama tim semenjak era Antonio Conte hingga Massimiliano Allegri pada musim lalu.

Pirlo, Vidal, Tevez

Manajemen pun dengan sigap mencari pengganti pemain-pemain yang hengkang dengan yang baru. Apa yang dilakukan oleh Juventus pada awal musim ini dapat diasumsikan seperti Pit Stop. Dalam balapan sendiri Pit Stop merupakan saat dimana pembalap melakukan pengisian kembali bahan bakar, mengganti ban, maupun mengganti kendaraan mereka. Menerapkan strategi Pit Stop memiliki kendala maupun resiko tersendiri, dalam balapan seringkali pembalap yang baru saja melakukan Pit Stop tertinggal dikarenakan kendaraan mereka baru saja menambah bahan bakar dan juga mengganti ban sehingga acap kali kendaraan mendapat beban lebih juga ban baru belum mendapatkan grip atau cengkraman yang baik terhadap lintasan, yang membuat laju kendaraan terhambat.

Pit Stop

Serupa dengan kebijakan strategi Juventus, pembelian pemain baru yang dilakukan manajemen tim untuk mengganti pemain-pemain lama yang hengkang. Transfer dari Paulo Dybala, Mario Mandzukic, Sami Khedira, maupun Alex Sandro belum mendatangkan dampak langsung. Pemain-pemain baru membutuhkan waktu untuk klop dengan permainan tim, yang berimbas terpuruknya Juventus pada awal musim. Seiring berjalannya musim, perlahan demi perlahan strategi yang diterapkan manajemen tim dan kejelian pelatih Massimiliano Allegri berbuah manis. Dengan kesabaran dan juga dukungan dari para tifosi, wajah-wajah baru Juventus telah menyatu dengan muka lama tim seperti Paul Pogba, Claudio Marchisio, Leonardo Bonucci. Seakan telah menemukan grip, mereka bahu membahu menorehkan kemenangan dan rekor demi rekor bagi tim yang juga berjulu la fidanzata d’italiadi musim ini ini.

Juventus

Dalam sisa tujuh pertandingan liga dengan perbedaan enam poin dari peringkat kedua dan melenggang hingga final Coppa Italia, bukan tidak mungkin Juventus mampu menyamai  pencapaian double winner musim lalu.

(AST)


Pasar Segar