Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

Penanganan Kasus Narkoba Eks Anggota Dewan Manado Spesial, Polisi Simpan TSK dan Babuk

Manado, TrenIndo.com – Tidak seperti penanganan kasus-kasus penyalahgunaan narkotika sebelumnya. Kasus yang menyeret mantan anggota DPRD Kota Manado, Sicilia Longdong kini beda atau spesial. Apa pasal?, penyidik Ditresnarkoba Polda Sulut terkesan menyimpan tersangka atau TSK pengguna barang haram itu.

Padahal, mantan anggota DPRD Kota Manado yang diusung  partai Demokrat, telah dinyatakan sebagai tersangka. Mengingat, barang bukti (Babuk) narkoba jenis shabu dengan berat 0,15 gram ditemukan petugas ditangan pelaku.

Pasca menggelar konfrensi pers diruang Tribrata Kantor Mapolda Sulut, Senin (04/04/2016) siang, yang dipimpin langsung Kapolda, Brigjen Pol Wilmar Marpaung, didampingi Kepala BNNP Sulut, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto dan Diresnarkoba, Kombes Pol Edy Djubaedi, polisi enggan menghadirkan tersangka dan barang bukti dua paket shabu berat 0,15 gram.

Sungguh beda dengan penaganan kasus sebelumnya, dimana polisi menghadirkan setiap tersangka maupun barang bukti yang terjaring. Jika berkaca dari kasus narkotika yang melibatkan tiga oknum anggota Polres Bolmong, polisi atau penyidik bisa menghadirkan para pelaku dan barang bukti.

Sayangnya, untuk kasus yang melibatkan mantan anggota DPRD Manado ini, terkesan ditutup-tutupi. Pelaku yang disimpan penyidik di rumah tahanan (Rutan) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut baru bisa ditemui setelah awak media mendesak Kapolda Sulut. Sayangnya, meski telah menunggu selama setengah jam, awak media tidak diijinkan mewawancarai pelaku.

Ketua Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulawesi Utara, Vicktor Jouke Lolowang menyeyangkan sikap tidak transparansi pihak polisi dalam menangani kasus narkotika yang menyeret mantan anggota DPRD itu. “Kalau saya lihat penanganan perkara ini memang ditutup-tutupi,” kata Lolowang.

“Tiga oknum polisi yang terlibat saja dihadirkan waktu menggelar konfrensi pers. Bukan hanya kasus yang melibatkan oknum polisi, tetapi kasus-kasus lain juga saya lihat selalu disertai tersangka dan barang bukti. Kalau Kapolda katakan masih dalam pengembangan, kenapa sudah gelar konfrensnya tidak menunggu penyelidikan selesai. Kalau seperti ini opini masyarakat kepada penegak hukum bisa menjadi buruk,” semburnya sembari menyinggung kasus penggelapan barang bukti yang melibatkan mantan Direskrimsus dan Timsus Polda Sulut.

Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung sendiri dalam konfrensi pers beranggapan, tidak dihadirkannya tersangka pengguna barang haram itu karena penyidik masih mengembangkan kasus tersebut. “Kita tidak hadirkan karena kasus masih dalam pengembangan. Karena pelaku diamankan Jumat pecan lalu, dan presrilisnya dilakukan Senin yang terbilang singkat,” kata Kapolda sembari menambahkan jika dalam kasus sebelumnya pihaknya melakukan penyelidikan lebih dari tiga hari sebelum menggelar konfrensi pers.

Dari informasi yang diperoleh Trenindo.com, sebelum disimpan penyidik di Rutan BNNP Sulut, Senin (04/04/2016), pukul 09.00 Wita, tersangka Sicilia masih berada di ruang Subdit III, Ditresnarkoba Polda Sulut. Ketika menggelar konfrensi pers pukul 14.00 Wita, pelaku tidak lagi berada di Mapolda.

Sicilia sendiri terjaring dalam operasi Bersinar di tempat karaoke Happy Puppy Mantos Manado, Jumat (01/04/2016) dinihari. Bukan hanya mantan anggota DPRD Manado, dalam operasi itu, petugas juga berhasil menjaring tiga pegawai Dinas PU Minut bersama satu leadis D’luxe.

Ketika diamankan, tiga pegawai Dinas PU dan leadis sudah dalam keadaan mabuk mengkonsumsi shabu. Petugas pun hanya bisa mengamankan alat hisap atau bong didalam gedung D’luxe.(JEM)

 

Foto: Tersangka yang terjaring dalam ops Bersinar 2016 yang disimpan penyidik Polda Sulut di BNNP. (Foto. Trenindo.com)


Pasar Segar