Sports

Sports

Mickey Mouse Cup

Manado - Banyak kata yang dapat menggambarkan kompetisi Piala Liga negeri Britania ini,  salah satunya ialah Piala Mickey Mouse istilah khusus yang diberikan untuk menurunkan prestige dan  membandingkannya dengan kompetisi domestik lain serta mendegradasikan sebuah standard kompetisi.

 Hal ini terjadi karena kecenderungan tim superior Liga Primer lebih sering menurunkan lapis kedua dan mengistirahatkan pemain kunci saat menghadapi klub lain yang tidak berada di kasta tertinggi Liga Inggris merupakan salah satu pemandangan tak asing lagi.

Sisi Positifnya memberikan kesempatan lebih terhadap pemain muda. Tidak jarang supporter klub papan atas akan menggunakan sebutan khas ini sebagai bahan sindiran terhadap pencapaian klub di ajang domestik yang namanya selalu berubah sesuai dengan nama sponsor (sekarang Capital One Cup).

Kompetisi yang dulunya bernama Carling Cup telah berada di ujung perhelatannya dan akan mempertemukan klub Manchester City dan Liverpool tanggal 29 Februari mendatang di Wembley, stadion kebanggaan Inggris. Salah satu dari kedua klub, Manchester Biru dan Merseyside Merah akan menjadi juara menggeser klub asal London, Chelsea, setelah setahun sebelumnya menjadi kampiun Piala Liga.

Saat gengsi kompetisi ini disepelehkan oleh sebagian pihak, tengah pekan lalu, ajang ini berhasil mempertontonkan partai semifinal leg kedua yang menarik dan seru. Liverpool, klub paling sukses di ajang ini dengan torehan 8 piala dan 11 kali masuk final, kembali mencapai partai puncak ke-12 usai menaklukan Stoke dalam drama adu penalti (6-5). Meraih hasil positif 0-1 di leg pertama, The Kop kecolongan di 90 menit waktu normal leg kedua, membuat mereka harus melanjutkan pertandingan di babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Beruntung, aksi heroik dari Simon Mignolet menyelamatkan tendangan dari 2 eksekutor Stoke City, Crouch dan Muniesa mampu memuluskan jalan mereka ke laga pamungkas berhadapan dengan Manchester City. Bila nanti The Reds mampu menjadi jawara, ini akan mengulangi pencapaian mereka di tahun 2012. Bagi pelatih, Jürgen Klopp, hasil dari klub Merseyside akan menjadi sesuatu cerita tersendiri di musim awalnya menukangi Liverpool.

Nasib sama dengan skenario berbeda dialami Yaya Toure dkk. Setelah tertinggal dalam jumlah agregat di Goodison Park (1-2), tim yang diasuh oleh Manuel Pellegrini membalikkan keadaan dengan menaklukan Everton 3-1 di Etihad Stadium (agg. 4-3). Sempat tertinggal lewat aksi memukau Ross Barkley, The Citizens membalikkan keadaan lewat gol Fernandinho, Kevin De Bruyne dan Sergio Aguero. Apik dan Atraktif adalah kata-kata yang tepat melihat kedua klub bertanding terbuka dan menghasilkan 4 gol. Hasil ini mengamankan langkah klub berjuluk The Sky Blues ke final sekaligus menjadi kesempatan meraih gelar ke-empat Piala Liga. Berlangsung di stadion kebanggaan City, partai semifinal menuai protes para pemain dan official Everton usai gol kedua De Bruyne yang dianggap tidak sah dan penuh kontroversi. Roberto Martinez mengkritik kinerja wasit yang tak jeli melihat bola hasil kontrol Raheem Sterling telah keluar lapangan sesaat sebelum gol kedua terjadi. Kritik keras tak dapat mengubah hasil akhir pertandingan, dan pihak Everton harus menerima bahwa tidak ada Derbi Merseyside di laga puncak dengan lapang dada.

Capital One Cup mungkin kalah bergengsi dengan kompetisi lain seperti FA Cup kompetisi tertua di dunia dan Liga Primer yang notabene adalah divisi utama Liga Inggris. Liverpool dan Manchester City akan saling berhadapan di final Piala Liga. Dua klub akan tampil habis-habisan guna meraih gelar yang sudah berada di depan mata. Yang menang sudah harusnya berpesta, bukan meraih sindiran atau ejekan, sekecil-kecilnya raihan ini, kemenangan adalah kemenangan, piala adalah piala. Setiap target yang lebih besar selalu dapat berawal dari sebuah kesuksesan kecil. (RBT)

-Banyak kata yang dapat menggambarkan kompetisi Piala Liga negeri Britania ini,  salah satunya ialah Piala Mickey Mouse istilah khusus yang diberikan untuk menurunkan prestige dan  membandingkannya dengan kompetisi domestik lain serta mendegradasikan sebuah standard kompetisi.

 Hal ini terjadi karena kecenderungan tim superior Liga Primer lebih sering menurunkan lapis kedua dan mengistirahatkan pemain kunci saat menghadapi klub lain yang tidak berada di kasta tertinggi Liga Inggris merupakan salah satu pemandangan tak asing lagi.

Sisi Positifnya memberikan kesempatan lebih terhadap pemain muda. Tidak jarang supporter klub papan atas akan menggunakan sebutan khas ini sebagai bahan sindiran terhadap pencapaian klub di ajang domestik yang namanya selalu berubah sesuai dengan nama sponsor (sekarang Capital One Cup).

Kompetisi yang dulunya bernama Carling Cup telah berada di ujung perhelatannya dan akan mempertemukan klub Manchester City dan Liverpool tanggal 29 Februari mendatang di Wembley, stadion kebanggaan Inggris. Salah satu dari kedua klub, Manchester Biru dan Merseyside Merah akan menjadi juara menggeser klub asal London, Chelsea, setelah setahun sebelumnya menjadi kampiun Piala Liga.

Saat gengsi kompetisi ini disepelehkan oleh sebagian pihak, tengah pekan lalu, ajang ini berhasil mempertontonkan partai semifinal leg kedua yang menarik dan seru. Liverpool, klub paling sukses di ajang ini dengan torehan 8 piala dan 11 kali masuk final, kembali mencapai partai puncak ke-12 usai menaklukan Stoke dalam drama adu penalti (6-5). Meraih hasil positif 0-1 di leg pertama, The Kop kecolongan di 90 menit waktu normal leg kedua, membuat mereka harus melanjutkan pertandingan di babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Beruntung, aksi heroik dari Simon Mignolet menyelamatkan tendangan dari 2 eksekutor Stoke City, Crouch dan Muniesa mampu memuluskan jalan mereka ke laga pamungkas berhadapan dengan Manchester City. Bila nanti The Reds mampu menjadi jawara, ini akan mengulangi pencapaian mereka di tahun 2012. Bagi pelatih, Jürgen Klopp, hasil dari klub Merseyside akan menjadi sesuatu cerita tersendiri di musim awalnya menukangi Liverpool.

Nasib sama dengan skenario berbeda dialami Yaya Toure dkk. Setelah tertinggal dalam jumlah agregat di Goodison Park (1-2), tim yang diasuh oleh Manuel Pellegrini membalikkan keadaan dengan menaklukan Everton 3-1 di Etihad Stadium (agg. 4-3). Sempat tertinggal lewat aksi memukau Ross Barkley, The Citizens membalikkan keadaan lewat gol Fernandinho, Kevin De Bruyne dan Sergio Aguero. Apik dan Atraktif adalah kata-kata yang tepat melihat kedua klub bertanding terbuka dan menghasilkan 4 gol. Hasil ini mengamankan langkah klub berjuluk The Sky Blues ke final sekaligus menjadi kesempatan meraih gelar ke-empat Piala Liga. Berlangsung di stadion kebanggaan City, partai semifinal menuai protes para pemain dan official Everton usai gol kedua De Bruyne yang dianggap tidak sah dan penuh kontroversi. Roberto Martinez mengkritik kinerja wasit yang tak jeli melihat bola hasil kontrol Raheem Sterling telah keluar lapangan sesaat sebelum gol kedua terjadi. Kritik keras tak dapat mengubah hasil akhir pertandingan, dan pihak Everton harus menerima bahwa tidak ada Derbi Merseyside di laga puncak dengan lapang dada.

Capital One Cup mungkin kalah bergengsi dengan kompetisi lain seperti FA Cup kompetisi tertua di dunia dan Liga Primer yang notabene adalah divisi utama Liga Inggris. Liverpool dan Manchester City akan saling berhadapan di final Piala Liga. Dua klub akan tampil habis-habisan guna meraih gelar yang sudah berada di depan mata. Yang menang sudah harusnya berpesta, bukan meraih sindiran atau ejekan, sekecil-kecilnya raihan ini, kemenangan adalah kemenangan, piala adalah piala. Setiap target yang lebih besar selalu dapat berawal dari sebuah kesuksesan kecil. (RBT)

-Banyak kata yang dapat menggambarkan kompetisi Piala Liga negeri Britania ini,  salah satunya ialah Piala Mickey Mouse istilah khusus yang diberikan untuk menurunkan prestige dan  membandingkannya dengan kompetisi domestik lain serta mendegradasikan sebuah standard kompetisi.

 Hal ini terjadi karena kecenderungan tim superior Liga Primer lebih sering menurunkan lapis kedua dan mengistirahatkan pemain kunci saat menghadapi klub lain yang tidak berada di kasta tertinggi Liga Inggris merupakan salah satu pemandangan tak asing lagi.

Sisi Positifnya memberikan kesempatan lebih terhadap pemain muda. Tidak jarang supporter klub papan atas akan menggunakan sebutan khas ini sebagai bahan sindiran terhadap pencapaian klub di ajang domestik yang namanya selalu berubah sesuai dengan nama sponsor (sekarang Capital One Cup).

Kompetisi yang dulunya bernama Carling Cup telah berada di ujung perhelatannya dan akan mempertemukan klub Manchester City dan Liverpool tanggal 29 Februari mendatang di Wembley, stadion kebanggaan Inggris. Salah satu dari kedua klub, Manchester Biru dan Merseyside Merah akan menjadi juara menggeser klub asal London, Chelsea, setelah setahun sebelumnya menjadi kampiun Piala Liga.

Saat gengsi kompetisi ini disepelehkan oleh sebagian pihak, tengah pekan lalu, ajang ini berhasil mempertontonkan partai semifinal leg kedua yang menarik dan seru. Liverpool, klub paling sukses di ajang ini dengan torehan 8 piala dan 11 kali masuk final, kembali mencapai partai puncak ke-12 usai menaklukan Stoke dalam drama adu penalti (6-5). Meraih hasil positif 0-1 di leg pertama, The Kop kecolongan di 90 menit waktu normal leg kedua, membuat mereka harus melanjutkan pertandingan di babak perpanjangan waktu dan adu penalti. Beruntung, aksi heroik dari Simon Mignolet menyelamatkan tendangan dari 2 eksekutor Stoke City, Crouch dan Muniesa mampu memuluskan jalan mereka ke laga pamungkas berhadapan dengan Manchester City. Bila nanti The Reds mampu menjadi jawara, ini akan mengulangi pencapaian mereka di tahun 2012. Bagi pelatih, Jürgen Klopp, hasil dari klub Merseyside akan menjadi sesuatu cerita tersendiri di musim awalnya menukangi Liverpool.

Nasib sama dengan skenario berbeda dialami Yaya Toure dkk. Setelah tertinggal dalam jumlah agregat di Goodison Park (1-2), tim yang diasuh oleh Manuel Pellegrini membalikkan keadaan dengan menaklukan Everton 3-1 di Etihad Stadium (agg. 4-3). Sempat tertinggal lewat aksi memukau Ross Barkley, The Citizens membalikkan keadaan lewat gol Fernandinho, Kevin De Bruyne dan Sergio Aguero. Apik dan Atraktif adalah kata-kata yang tepat melihat kedua klub bertanding terbuka dan menghasilkan 4 gol. Hasil ini mengamankan langkah klub berjuluk The Sky Blues ke final sekaligus menjadi kesempatan meraih gelar ke-empat Piala Liga. Berlangsung di stadion kebanggaan City, partai semifinal menuai protes para pemain dan official Everton usai gol kedua De Bruyne yang dianggap tidak sah dan penuh kontroversi. Roberto Martinez mengkritik kinerja wasit yang tak jeli melihat bola hasil kontrol Raheem Sterling telah keluar lapangan sesaat sebelum gol kedua terjadi. Kritik keras tak dapat mengubah hasil akhir pertandingan, dan pihak Everton harus menerima bahwa tidak ada Derbi Merseyside di laga puncak dengan lapang dada.

Capital One Cup mungkin kalah bergengsi dengan kompetisi lain seperti FA Cup kompetisi tertua di dunia dan Liga Primer yang notabene adalah divisi utama Liga Inggris. Liverpool dan Manchester City akan saling berhadapan di final Piala Liga. Dua klub akan tampil habis-habisan guna meraih gelar yang sudah berada di depan mata. Yang menang sudah harusnya berpesta, bukan meraih sindiran atau ejekan, sekecil-kecilnya raihan ini, kemenangan adalah kemenangan, piala adalah piala. Setiap target yang lebih besar selalu dapat berawal dari sebuah kesuksesan kecil. (RBT)

 


Pasar Segar