Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

Mega Korupsi FMIPA Unsrat Diusut, Tipikor Polda Sulut ‘Kurung’ 2 Dosen

Manado, TrenIndo.com - Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut, mulai menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat di laboratorium FMIPA Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado.

 

Dalam kasus dugaan mega korupsi yang telah menyerap anggaran miliaran rupiah itu, penyidik Tipikor Polda Sulut telah memeriksa dua orang saksi masing-masing, DS alias Sumajouw dan ML alias Marla, karena dinilai mengetahui aliaran dana setan tersebut.

 

Dari pantauan Trenindo.com, dua Dosen Unsrat Manado, dikurung diruang Tipikor Polda Sulut sejak pukul 10.00 Wita, Kamis (24/03/2016) pagi. Tepat pukul 14.25 Wita, keduanya kemudian keluar dari ruang pemeriksaan.

 

Sumajouw, Direktur Eksekutif IDB Unsrat mengatakan, kedatangannya ke Polda Sulut hanya untuk memberikan keterangan terkait dugaan mega korupsi pengadaan alat di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat, tahun anggaran 2014.

 

“Hanya untuk memberikan keterangan saja terkait dugaan korupsi itu. Selain keterangan, saya juga menyerahkan sejumlah dokumen pendukung. Saya dan Marla dipanggil karena waktu pengadaan kami adalah Wakil Rektor bagian perencanaannya,” kata Sumajouw.

 

Dijelaskan Sumajouw juga, pemeriksaan terhadap dirinya oleh Polda Sulut, masih akan berlanjut. “Pemeriksaan belum selesai, masih berlanjut. Karena ada hal-hal yang menurut saya harus pakai pengacara. Jadi saya minta kepada penyidik untuk menunda pemeriksaan,” tuturnya sembari menambahkan jika pecan depan dia akan kembali bertandang ke Mapolda.

 

Seperti informasi yang diperoleh trenindo, kasus dugaan mega korupsi yang menyedot anggaran miliaran rupiah dikerjakan PT Naura Permata Nusantara, awal 2014 lalu.

 

Sedang, dana dari pengadaan alat tersebut bersumber dari APBN.

 

Penyidik Tipikor mengusut pengadaan proyek tersebut karena adanya indikasi dana miliaran rupiah itu dimarckup. Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung ketika dikonfirmasi melalui juru bicaranya AKBP Wilson Damanik membebarkan adanya pemeriksaan dua Dosen Unsrat.

 

“Untuk sementara penyidik masih mengumpulkan barang bukti. Jika ada indikasi korupsi, kita akan tingkatkan ketahap selanjutnya, dan mulai dengan penetapan tersangka,” tegas AKBP Damanik kepada Trenindo.com. (JEM)

 

Dua Dosen Unsrat Manado, DS alias Sumajouw dan ML alias Marla ketika menjalani pemeriksaan diruang Tipikor Unit 1 Polda Sulut. (foto:Trenindo.com)


Pasar Segar