Manadopolitan

Manadopolitan

Mantan Manager PT La Rascasse Resort Manado Diseret ke Pengadilan

Manado - Tindakan melawan hukum, diduga kuat telah dilakukan mantan Manager PT La Rascasse Resort, Katiman Herlambaga (46), warga Kelurahan Paniki Bawah, Lingkungan II, Kecamatan Mapanget. Alhasil, dirinya pun harus digiring ke kursi pesakitan Pengadilan Negeri Manado dan resmi menyandang status terdakwa, Selasa (23/02/2016).


Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Steven Kamea, Katiman dituding bersalah dan melanggar pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Sebab, diduga telah menghapus data dalam email  milik PT La Rascasse Resort.


Sebagaimana diuraikan JPU, di depan ketua Majelis Hakim Alfie Usup, kesalahan terdakwa terjadi 25 Februari 2015, bertempat di PT La Rascasse Kalasey di Desa Kalasey Satu, Jaga III, Kecamatan Mandolang. Dimana, terdakwa sengaja dan tanpa hak telah mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transaksi, merusak, menghilangkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan dokumen milik orang lain.


Peristiwa ini, bermula tahun 2007, saat saksi korban Claartje Lalamentik meminta saksi Iswanto Dewo membuka alamat website di Larascase Resort. Sehingga Iswanto membuka alamat website dan email. Sekitar awal tahun 2008, terdakwa bekerja di La Rascasse Resort sebagai manager khusus usaha Diving dengan diberi gaji perbulan 1000 US. Dimana terdakwa bertanggungjawab mencari dan melayani tamu.


Selanjutnya, tahun 2012, terdakwa meminta saksi Frangky Kawengian menganti saksi Iswanto sebagai pengelola website. Dimana saksi Frangky mendapat upah Rp3 juta setahun. Saat itu, saksi Frangky mengupdate teks dan gambar selama setahun.


Terdakwa kemudian menganti website atas nama dirinya dengan tujuan menarik penggunjung. Namuan website atas nama larascase tidak membayar biaya server hosting setahun. Dan, pada tanggal 20 Februari 2015, terdakwa diberhentikan sebagai pemegang saham tunggal.


Karena terdakwa sudah tidak bekerja lagi sebagai Direktur Utama, terdakwa meminta saksi Frangky sebagai pengelola Web Master perusahaan, menghapus data dalam email milik terdakwa. Padahal website terdakwa dibayar oleh perusahaan. Akibatnya data-data tentang revisi tamu yang perna menginap, pertayaan konfirmasi tamu dalam rangka berlibur ke Manado tinggal di Larascasse hilang semua.(JEM)

 

Foto: Ilustrasi


Pasar Segar