Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

Lepas Oknum Legislator Narkoba, Kinerja Polda Sulut Kembali Disorot

Manado, TrenIndo.com – Buntut tidak ditahannya oknum legislator Narkoba, Sicilia Longdong, mengundang perhatian kalangan masyarakat. Tak heran, sorotan akan kinerja Polda Sulut bermunculan, termasuk penilaian bahwa Polda Sulut tak menjalankan kesetaraan terhadap tersangka narkoba.

Lebih menarik lagi, celoteh sejumlah warga saat dimintai tanggapan terkait proses penangkapan, penanganan dan penahanan Sicilia dan empat pelaku lain yang menerima perlakuan bak ‘putri raja’, sehingga Polda dinilai takut melakukan penahanan dengan dalih hanya direhabilitasi sembari menjamin proses hukum berjalan.

“Kalo bagitu, lebe bae pake narkoba jo tre. Kalo kwa dan ja maso penjara, lebe enak kang kalo pake itu barang. Baru depe nama barang enak gile,” celetuk Randy Santi dengan dialeg Manado, Kamis (07/04/2016).

Ia menambahkan, semestinya sebagai wakil rakyat, Sicilia memberikan contoh yang baik. Terutama kepada warga yang memilih Sicilia sehingga bisa mendapat kursi empuk sebagai anggota legislator. Disisilain, Randy menyayangkan sikap kepolisian yang dinilai belum maksimal mendongkrak program pemerintah termasuk instruksi Presiden yang getol memerintahkan aparat terkait untuk perangi narkoba.

“Beking apa dang itu baju ja tulis Turn Back Crime, berarti itu kata nda berlaku di Kepolisian Sulut tapi lebih khusus untuk kasus narkoba. Polda nda mencontohkan bagimana kesetaraan hukum sebagai warga Negara Indonesia. Karena dia anggota dewan stow kang kong beda, coba kalo torang warga biasa, so susah leh kong maso penjara,” ujarnya dengan senyuman.

Diketahui, pemberlakuan terhadap tersangka narkoba yang merupakan oknum legislator Manado, Sicilia, terbilang istimewa. Betapa tidak, bersama sejumlah tersangka lain, wakil rakyat narkoba tersebut diputuskan rehabilitasi dan dipulangkan untuk kembali tidur dikasurnya yang nyaman.

“Hanya direhabilitasi. Hasil asesmen mereka direhabilitasi dan rawat jalan. Mereka harus wajib lapor tapi proses hukum jalan terus,” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol Edy Djubaedi, kepada wartawan liputan Polda Sulut ketika dihubungi via ponsel, Rabu (06/04/2016).

Edy juga menegaskan, Sicilia sudah dipulangkan ke rumahnya sejak Selasa malam. Dia harus menjalani wajib lapor, sesuai waktu yang diperintahkan penyidik. Hal ini pula berlaku bagi empat tersangka lain yang diringkus petugas di Deluxe.

Benar-benar aneh dan diluar dugaan. Sicilia yang terbukti positif melalui tes urin dan menyimpan barang bukti, hanya direhabilitasi sembari wajib lapor menunggu proses hukum berjalan.

Sicilia tidak sendirian, bersama oknum PNS PU yang diketahui berduit dan diduga adanya tunggangan intevensi harus ‘dibebaskan’. Sementara, tersangka lain yang ekonominya terbatas harus merasakan jeruji besi sebagai tahanan Polda Sulut.

Ketidakadilan sangat nampak namun inilah potret proses hukum yang dijalani Sicilia, yang terjaring di Happy Puppy Karaoke Family dan 2 PNS BPJN Kementrian PU, 1 honorer serta 1 ledias yang diciduk di Deluxe Karaoke Eksekutif.

Mantan ketua DPRD Manado sementara itu terkesan mendapat perlakuan istimewa. Berbeda dengan tersangka lain yang sebelumnya diproses, ketika ditetapkan tersangka, meski telah lewat assessment, tetap ditahan.

Sebelumnya, Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung, menegaskan bahwa, tidak ada pilih kasih dalam penanganan kasus narkoba yang menyeret oknum wakil rakyat tersebut. “Tidak ada pilih kasih, semua sama dimata hukum,” tandas Marpaung usai konfeensi pers.(JEM)


Pasar Segar