Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

Kisruh Basaan, Polisi Amankan Ratusan Senjata dan Belasan Warga

Manado, TrenIndo.com – Ratusan senjata yang digunakan dalam baku serang antar kelompok pemuda di Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), telah diamankan petugas polisi dan TNI. Selain senjata, petugas juga mengamankan belasan warga.

 

“Saat ini belasan warga yang diduga terlibat dalam pertikayan berujung pembakaran rumah sedang diperiksa petugas. Selain warga, kami juga mengamankan ratusan barang bukti senjata yang digunakan dalam bakuserang itu,” kata Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik, kepada Trenindo.com.

 

Ratusan senjata jenis, parang, panah wayer, tumbak, jubi, senjata angin, senjata rakitan, bom ikan dan bom molotov diamankan dirumah warga. “Kita amankan itu ketika melakukan sidak. Ratusan senjata kini sudah kita diamankan,” terangnya.

 

“Saat ini kami memburu para pelaku pembakaran rumah dan profokatornya. Belasan warga yang diamankan masih diperiksa, jika terbukti langsung kita tahan,” sambungnya sembari menambahkan jika pelaku brutal tragedi Basaan akan ditindak tegas.

 

Dari pantauan Trenindo.com, situasi di Desa Basaan saat ini telah kondusif. Dilokasi, ratusan personel Polri dan TNI melakukan penjagaan ekstra ketat. Selain melakukan penjagaan, petugas juga melakukan swiping di rumah-rumah warga.

 

Seperti dalam pemberitaan trenindo sebelumnya, Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung menegaskan jika tragedi yang terjadi di Desa Basaan, Jumat (25/03/2016), hingga Sabtu (26/03/2016), tidak ada unsur SARA, seperti yang diinformasikan masyarakat.

 

“Jadi Tragedi di Basaan Mitra tidak ada kaitannya dengan SARA. Isu SARA itu tidak benar. Itu terjadi karena adu cekcok antara pemuda di sana. Jadi isu SARA ini tidak benar,” tegas Brigjen Pol Wilmar Marpaung, melalui telepon selulernya.

 

Kapolda Marpaung yang langsung turun ke lokasi begitu mendapat informasi soal tragedi itu menjelaskan, awal mula perselisihan hingga berujung pembakaran rumah berawal di acara ulang tahun salah satu warga Basaan, Jumat (25/03/2016) malam.

 

“Jadi malam itu awal mula cekcok terjadi. Kemudian berlanjut hingga Sabtu ini. Tapi ini yang lebih parah, pelaku telah membakar beberapa rumah warga. Jadi tidak ada kaitannya dengan SARA,” tuturnya.

 

Dijelaskan Kapolda juga, konflik di Desa Basaan akan diselesaikan secepatnya. Ia pun telah memerintahkan anggota Tim Barracuda dan Manguni Polda Sulut untuk memburu pelaku pembakaran rumah.

 

Ia juga meminta kepada masyarakat Basaan untuk tidak terpancing dengan tindakan yang dilakukan oknum-oknum pembuat rusuh yang sementara diburu pihaknya itu.

 

“Jangan panik dan jangan terpancing. Serahkan semua masalah ini kepada polisi. Kami pasti akan mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya. Yang pasti pelakunya akan kita tindak tegas,” paparnya.(JEM)

 

Foto: Barang bukti yang diamankan petugas di rumah warga


Pasar Segar