Life Style

Life Style

Keping Terakhir Supernova

TrenIndo.com - Novel seri supernova akhirnya menemukan kata tamat. Bagi para pembaca setianya, seri terakhir yang berjudul "Inteligensi Embun Pagi" adalah buku yang membawa kebahagiaan dan keharuan pada saat yang sama. Bahagia, karena bisa mengetahui bagaimana akhir dari cerita ini, dan haru, karena cerita yang sudah lama dekat dengan pembaca ini akan berakhir. 

 
Dewi lestari sang penulis supernova yang biasa dikenal dengan Dee sebagai nama penanya, adalah penulis novel seri indonesia yang menggunakan fiksi ilmiah, fantasi, dan spritualisme sebagai latar belakang ceritanya. Dia membangun mitologi dan semestanya sendiri dalam novel berseri. Ia bercerita tentang infiltran, savara, dan harbringers yang mempunyai misi membebaskan manusia dari samsara. 
 
Dee mampu menyelesaikan supernova dalam 15 tahun, itu adalah waktu yang cukup lama untuk sebuah konsistensi menulis yang luar biasa. Dimulai dari getar pertama pada tahun 2001, seri awal supernova yang berjudul "Kesatria Putri Dan Bintang Jatuh" (KPBJ), mampu membuat pembaca seperti mengalami orgasme intelektual, begitu analitis, puitis bahkan menuju filosofis,  getar ini akhirnya membuat dia dikenal, dan banyak dinanti untuk seri selanjutnya. Kemudian "Akar" pada tahun berikutnya 2002 lekat dengan spritual, filosofi, dan pemikiran-pemikiran bebas ala punk disampaikan dengan apik. Disusul "Petir" pada tahun 2004, lebih ringan, jenaka, sindiran-sindiran halus soal agama masih terasa ada, tapi tetap berbau spritual.
 
Penulis yang berumur 39 tahun ini akhirnya melanjutkan seri ke empat yang berjudul "Partikel" tujuh tahun setelah buku ke tiga, tepatnya tahun 2012. Sungguh itu adalah waktu yang lama bagi para pembaca supernova untuk memuaskan berpuluh-puluh pertanyaan yang ada di buku-buku sebelumnya, Partikel begitu menyentuh karena drama keluarga yang ada di dalamnya, sesuatu yang dekat dengan kita semua, fiksi ilmiah kembali disuguhkan di seri ini, asal-muasal kehidupan, legenda planet nibiru, makhluk- makhluk extraterrestrials, dan drama penghianatan cinta adalah juga sesuatu yang menarik dalam Partikel. Dua tahun setelahnya seri ke lima lahir dengan nama "Gelombang" seperti namanya, di buku ke lima ini pembaca dibuat terombang-ambing di lautan pertanyaan yang memaksa untuk segerah terhempas pada pulau jawaban, dalam gelombang juga dijelaskan secara ilmiah bagaimana lucid dream bisa terjadi, dan Gelombang seperti oase dalam gurun pasir, yang membasuh sedikit dahaga akan sebuah jawaban walaupun airnya masih keruh. 
 
Rupanya sang penulis telah berkomitmen untuk tidak mengerjakan karya lainnya sebelum supernova rampung, maka februari tahun 2016 "Inteligensi Embun Pagi" (IEP) keping terakhir supernova dibuka untuk pre-order, dan tingginya animo pembaca ditegaskan pasca pre order usai, yaitu 10.000 eksemplar habis terjual pada masa pre-order ini. Terlihat jelas bagaimana Dewi Lestari bisa mengikat para pembaca setianya, dikisahkan supernova IEP menjadi wadah bertemunya tokoh-tokoh yang berbeda dari setiap seri, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah ada sebelumnya.
 
Buku yang mempunyai 700 halaman ini menimbulkan banyak komentar diantara para pembacanya, dalam forum diskusi online, beberapa pendapat mengatakan mereka kecewa dengan hasil akhir supernova, karena tidak sesuai dengan ekspektasi mereka, salah satu anggota diskusi online, calvin mengungkapkan "eksekusinya berantakan, dan menurut saya ini adalah karena Dee memaksa melakukan retcon supernova 123 ke plot supernova yang ia kembangkan dalam gap supernova 3 dan 4". Calvin juga berpendapat bahwa "supernova IEP tidak memiliki focus karakter sama sekali". Hal ini mungkin terjadi karena dalam IEP semua karakter utama dalam seri supernova sebelumnya dipertemukan, sehingga semua mendapat peran penting dan tidak ada lagi tokoh sentral. juga ada karakter-karakter yang begitu penting di awal cerita menjadi tidak terlalu berpengaruh pada akhirnya. Begitulah sebagian pendapat-pendapat dalam diskusi online Intelegensi Embun Pagi. 
 
Suara-suara mayor juga banyak bertebaran di media sosial, mereka sangat menikmati buku terakhir ini. Seru! Begitu kata mereka. Ya, buku IEP sangat seru, keseruan dalam kejar-kejaran antara infiltran sebagai pihak baik dengan sarvara sebagai pihak jahat dan ingin menggagalkan misi habringers.  Harbringers adalah manusia-manusia pilihan yang bertujuan  untuk pembebasan manusia dari dimensi tiga ini, seperti keyakinan budhis. 
Konsep infiltran, sarvara, dan harbringers ini menarik, layaknya gambaran apa yang kita yakini selama ini, infiltran seperti malaikat yang menuntun manusia kejalan yang lurus, harbringers adalah nabi atau wali, sosok manusia tapi terlahir istimewa, sarvara tidak ubahnya iblis, tapi iblis juga tidak selamanya jahat, paling tidak dulu mereka sama-sama menyembah tuhan. Seperti yang dijelaskan dalam IEP bahwa savara adalah penjaga yang memiliki misi untuk menjaga hemeostasis Bumi selama mungkin dan itu baik menurut mereka. Inteligensi Embun Pagi membuat mata kita tidak bisa lepas darinya karena rasa penasaran yang berhasil di hadirkan Dee, dia mampu membuat pembacanya tidak sadar telah sampai pada lembar akhir. Tentunya ia masuk dalam penulis-penulis paling niat, mengingat informasi-informasi yang luar biasa pada karyanya tentu memerlukan riset yang tidak sebentar. 
 
Dewi lestari pernah mengungkapakan bahwa supernova adalah cara dia bertanya sekaligus mencari jawab. Bagi para pembacanya supernova adalah pencarian jati diri, perjalanan spritual, dan yang paling jarang terjadi pada sastra indonesia, adalah sains fiksi. Dari supernova kita bisa belajar sains dengan cara yang berbeda, kita bisa memaknai ilmu yang menurut kita selama ini membosankan ternyata bisa dipahami dengan mudah. Pada akhirnya ini semua hanya mengenai cara menjelaskan, Dee memahami itu, dan dia mampu mendefinisikanya kepada kita dengan cara yang menarik, yaitu sebuah cerita. 
 
Proses adalah perihal yang penting, bagaimana kita berproses untuk ternyata bisa memahami tentang maksud-maksud tersembunyi yang ada pada awal-awal supernova, bagaimana kita paham tentang teori order dan chaos, teori relativitas, tentang fisika kuantum, pemikiran-pemikiran Rene Descartes, mitologi, lucid dream, jenis-jenis fungi, dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak kita mengerti dalam kelas, tapi kita pahami dengan baik dalam sastra. Mengenai akhir cerita dari supernova adalah kuasa penuh penulis, lagi pula jika dia menulis hanya untuk memuaskan setiap individu yang berbeda-beda, berapa banyak akhir cerita yang harus dia buat?. Kembali lagi ini masalah proses, Dee melewati proses menulis yang tidak kita tahu, sampai akhirnya begitulah caranya menyelesaikan supernova, dia selalu punya tempat di hati penggemarnya. (RK)
 


Pasar Segar