Sports

Sports

KEMBALINYA SERIGALA IBUKOTA

TrenIndo.com - Bagi para penggemar sepakbola mungkin sudah tidak asing lagi mendengar julukan ini. As Roma, Ya! Tim yang berjuluk “serigala” itu kembali menunjukan taringnya. Terlepas dari kekalahan dari Real Madrid di liga champions, tim asal ibukota Italia ini tampil gemilang di pentas seri a. Dengan 9 pertandingan tanpa kekalahan dimana 8 diantaranya meraih kemenangan. Pergantian pelatih dari Rudi Garcia ke Luciano Spalletti telah mengembalikan tren positif Roma yang sempat tercecer sampai ke luar Zona Eropa dan kini menanjak ke posisi tiga klasmen dan kembali ke jalur perebutan gelar scudetto.
Hadirnya kembali Luciano Spalletti ke stadion Olimpico memang membawa angin segar kepada As Roma.

Hal pertama yang dilakukannya adalah dengan melakukan pergantian taktik dan melakukan transfer pemain yang dinilai brilian pada jendela transfer musim dingin 2016. Sebut saja Stephan El Shaarawy dan Diego Perotti yang tampil gemilang semenjak bergabung dengan As Roma, dengan total keduanya berkontribusi terhadap 13 gol dalam 8 pertandingan terakhir di pentas Seri A dimana mereka berhasil mencetak 7 gol dan 6 assist. Bersama Mohamed Salah dan Edin Dzeko secara bergantian mengisi pos terdepan dalam starting line-up dan bahu-membahu menjadi ujung tombak tim.

Dalam hal taktik Spalletti memberikan variasi tersendiri semenjak kehadiran kembali dirinya ke As Roma, mulai dari formasi 4-3-1-2, 4-2-3-1, hingga yang terakhir dia mengusung formasi 4-3-3 ketika melawan Inter Milan. Kedisiplinan dalam permainan juga salah satu faktor kebangkitan, dimana Roma hanya kebobolan 7 gol dalam 9 pertandingan terakhir seri a yang mana persentase kebobolan tidak sampai 1 persen tiap pertandingan, berbanding terbalik dengan jumlah gol yang berhasil disarangkan ke gawang lawan yang berjumlah 25 gol ! Hal ini pun diakui oleh salah satu punggawa Tim yang juga punya julukan “Il Giallorossi”.

"Dia (Spalletti) sudah pernah melatih Roma sehingga tahu apa yang harus dikerjakan dan dengan cara seperti apa," kata Rudiger, seperti dikutip dari surat kabar Il Giornale. "Spalletti bekerja sangat baik dalam pergerakan di lini pertahanan dan taktik. Statistik mengatakan saat ini kami lebih sedikit kebobolan dan bertahan sebagai sebuah tim," ujar bek asal Jerman tersebut.

Antusiasme tinggi pun kembali hadir ke dalam klub, baik dukungan dari supporter maupun semangat juang pemain. "Luciano Spalletti telah melakukan pekerjaan luar biasa, begitu juga para asistennya yang layak mendapat kredit. Situasi di Trigora (kamp latihan Roma) kini sungguh berbeda. Ini adalah tim yang sama sekali berbeda secara mental dibanding sebelumnya," sanjung presiden klub James Pallotta, seperti dikutip  Mediaset Premium. Seiring dengan tersingkirnya As Roma dari pentas Liga Champions, kini satu-satunya turnamen yang tersisa adalah pentas liga seri A.

Dengan sisa sembilan pertandingan dengan poin maksimal yang dapat diraih berjumlah 27, bukan mustahil jarak selisih 10 poin dari pemuncak klasmen sementara Juventus dapat dilewati. Bermodalkan tren positif belakangan ini, kans merebut scudetto masih terbuka dengan catatan “Il Lupi” terus menjaga konsistensi hingga akhir musim.

(AST)


Pasar Segar