Edukasi

Edukasi

Keju Bisa Bikin Kamu Ketagihan

Jakarta, Tren Indonesia - Keju merupakan makanan olahan susu yang disukai berbagai kalangan, termasuk anak kecil. Rasanya yang gurih dan tekstur yang lembut membuat keju sebagai bahan makanan yang sangat digemari. Tapi pernahkah anda bertanya mengapa anda benar-benar menyukai keju? 

Nyatanya peneliti mengungkapkan seseorang yang mengkonsumsi keju, akan ingin memakan keju lagi dan lagi. Apakah anda telah sampai pada tahap tersebut? Jika iya berarti anda telah kecanduan keju.

Ternyata sama halnya dengan kafein, keju juga dapat menciptakan kecanduan atau adiktif. Saat seseorang mengkonsumsi keju, bukan tidak mungkin dapat mengakibatkan kebiasaan terus menerus dan kegilaan yang tinggi untuk mencampur keju ke dalam setiap menu makan.

Penelitian ini dilakukan di University of Michigan dan mengambil survei terhadap 500 sampel untuk mengungkapkan makanan apa yang dapat membuat mereka ingin memakanya lagi dan lagi. Dan hasilnya makanan olahan seperti pizza menduduki urutan tertinggi jauh dari buah dan sayur yang merupakan makanan mentah dengan sedikit peminat. 

Tingginya peminat pizza membuat peneliti harus menguraikan kembali bahan bahan pembuat pizza seperti adonan, garam, lemak dan keju. Hasilnya mengejutkan, karena keju menjadi penyebab adiktif yang memicu ketagihan pada pizza. 

Menurut Neal Bernard, pendiri “The Physicians Committee for Responsible Medicine”, keju mengandung casomorphins yang mempengaruhi reseptor dopamin dan memicu elemen adiktif.Casomorphins merupakan senyawa morfin turunan dari kasein yang merupakan protein utama susu. 

Dalam susu paling tidak tersusun 80 persen protein kasein, untuk membuat satu pon keju dibutuhkan 10 pon susu, sehingga dapat dibayangkan ada berapa jumlah kandungan kasein dalam satu keju. Pada kebiasaan masyarakat Eropa, mereka dapat mengkonsumsi paling tidak 35 pon keju dalam sehari, sehingga sangat memungkinkan seseorang telah ketagihan.

Berbeda dengan mengkonsumsi susu yang kandungan kasein-nya masih terkontrol cukup untuk tubuh. Lalu haruskah kita berhenti mengkonsumsi keju? 

Para peneliti sepakat keju dapat menciptakan ketagihan yang berlebihan tanpa disengaja, namun bukan berarti anda harus membuang keju dari daftar menu. Sesuatu menjadi buruk bila tanpa disertasi dampak kecanduan keju. Itu bisa memicu munculnya kasus obesitas yang marak berkembang di negara-negara maju seperti Amerika. 

Sayangnya otak kita berevolusi untuk menikmati lemak dan gurih, sehingga pantaslah kita sering kali menggilai keju. Tapi tidak harus membuang keju dari daftar menu makanan anda selagi anda dapat menjaga keseimbangan pola makan dan nutrisi seimbang. Menikmati makan rendah lemak tentu lebih baik dalam pola konsumsi seimbang. (CNN Indonesia)


Pasar Segar