Manadopolitan

Manadopolitan

Identitas Pelaku Cabul Bocah Sario Manado Masih Misterius

Manado – Indentitas pelaku cabul bocah 7 tahun asal Kelurahan Sario, Kota Manado hingga kini belum diketahui. Penyidik Polda Sulut pun mengaku kesulitan untuk melacak keberadaan pelaku. Mengingat, wajah predator pencabul anak itu tidak dikenali korban.

 

“Masih belum ditemukan. Ya, memang kami kesulitan, karena pelakunya tidak diketahui korban. Kami sudah mengambil semua petunjuk tapi masih nihil,” ungkap Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik, Kamis (17/03/2016) sore, di ruang kerjanya.

 

Meski begitu kata AKBP Wilson Damanik, mereka tidak akan menyerah, pihaknya pun akan terus berupaya mengusut kasus itu hingga pelakunya ditemukan. “Kita terus berupaya. Diharapkan juga kepada orang tua agar selalu tingkatkan pengawasan terhadap anak-anak, agar kejadian ini tidak terulang lagi,” katanya.

 

Seperti informasi yang diperoleh Trenindo.com, kejadian penculikan dan cabul itu terjadi, Kamis (12/03/2015), sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu korban bersama dua saudara laki-lakinya sedang asyik bermain di area kompleks perumahan Sario.

 

Pelaku yang mengenakan sepeda motor tanpa plat nomor kemudian menghampiri dan berusaha membujuk  membujuk korban. Korban mengiakan ajakan pelaku setelah diberi uang Rp 10 ribu. Melihat korban dibawa pelaku, kedua saudaranya memberitahukan hal tersebut kepada Albert, kakek korban.

 

Mendapat informasi itu, Albert kemudian mencari korban di seputaran lokasi tempat korban bermain. Namun tak kunjung ketemu. Beberapa saat kemudian, Albert baru mendapat kabar kalau cucu kesayangannya telah ditemukan warga dikawasan Kecamatan Sario.

 

“Suasana sudah ramai, ia (korban, red) lalu dibawa ke rumah. Ia tampak kebingungan, tak mau bicara. Dia terlihat lusuh, badannya penuh luka lecet. Daster yang dipakainya robek dan ada bercak darah,” jelas Albert.

 

Akibat perbuatan bejat pelaku, korban menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Bhayangkara selama beberapa hari karena mengalami pendaharaan di alat kelamin, sehingga harus mendapat enam jahitan.

 

Kasus itu kemudian dilaporkan Albert ke Mapolda Sulut, dan meminta agar pelaku bisa diproses. Namun, sejak dilaporkan, Kamis (12/03/2015), pelaku belum kunung ditemukan. Polisi pun masih berupaya untuk meringkus pelaku pencabul tersebut. (JEM)


Pasar Segar