Politik & Pemerintahan

Politik & Pemerintahan

Gubernur Sulut Temui Menlu RI Bahas Pembebasan Sandera Kelompok Teroris Abu Sayyaf

Jakarta, TrenIndo.com - Data dari Indonesia Liason Officer TNI menyebutkan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) kru kapal yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf Filipina, tiga diantaranya berasal dari Sulawesi Utara.

 

Ketiga warga Kawanua itu yakni, Peter Tonsen Barahama, Tahuna/08 Nop 1985/Kristen/perum.MK.Paraoise blok J. No.8 rt.8/01 kel. Bukit tempayan kec. Batu Aji Batam. Julian Philip, Bitung/27 Juni 1966/kristen/jl. Lingk. IV kel. Sasaran Kec. Tondang Utara Kab. Minahasa dan Alvian Elvis Peti, Airmadidi/11 Agst 1983/Kristen/jl. Swasembada barat 17 no 25 rt.03 kel. Kebon bawang Tg. Priok Jakut.

 

Untuk mencari informasi terbaru sekaligus membahas upaya penyelamatan 10 WNI termasuk 3 warga Sulut, Gubernur Olly Dondokambey bertemu Menteri Luar Negeri RI, Retno Lesta Priansari, Kamis (31/03/2016).

 

Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut, Dr Jemmy Kumendong Msi, kepada trenindo.com mengatakan, ada dua hal yang dibahas Gubernur dengan Menlu RI. “Pak gubernur memohon kepada ibu Menlu agar para sandera khususnya warga Sulut dapat diselamatkan sesuai dengan harapan masyarakat dan keluarga. Saat ini pemerintah Indonesia melalui Menlu RI sementara melakukan diplomasi untuk menyelamatkan 10 sandera WNI. Pak gubernur juga meminta ada perhatian dari pemerintah soal 2000 lebih warga Filipina asal Sangihe yang bekerja di Bitung yang saat ini sudah kehilangan pekerjaan karena moratorium di bidang perikanan. Dua poin itu yang menjadi perhatian dalam pertemuan tadi,”kata Kumendong.

 

Sementara, Menlu mengatakan bahwa upaya penyelamatan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf semakin diintensifkan termasuk komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Filipina untuk memantau pergerakan dan kondisi terakhir para sandera. "Komunikasi saya dengan menteri luar negeri Filipina dilakukan secara sangat intensif," ujarnya.

 

Terkait ratusan warga Filipina asal Indoesia di Bitung, Retno mengaku pemerintah RI sudah melakukan MoU dengan pemerintah Filipina. Dalam waktu dekat ini, jumlahnya akan didata. “Kalau sudah selesai didata akan keluar status kewarganegaraan yang jelas, baik itu sebagai warga Negara Indonesia, atau Filipina,"jelasnya.(mar)

Berikut 10 nama kru kapal yang disandera:

1. Peter Tonsen Barahama, Tahuna/08 Nop 1985/kristen/perum.MK.Paraoise blok J. No.8 rt.8/01 kel. Bukit tempayan kec. Batu aji Batam.

2. Julian Philip, Bitung/27 juni 1966/kristen/jl. Lingk. IV kel. Sasaran kec. Tondang utara kab. Minahasa.

3. Alvian Elvis Peti, Airmadidi/11 agst 1983/kristen/jl. Swasembada barat 17 no 25 rt.03 kel. Kebon bawang Tg. Priok Jakut.

4. Mahmud, batu/12 juni 1984/islam/jl. Cempaka raya kel. Twlaga biru no. 15 A rt. 08 banjarmasin Kalsel.

5. Surian Syah, kendari/27 agst 1982/islam/jl. Ade nasution belakang BTN Bukit Kartika rt.005/003 kel. Watubangga kec. baruga kab. Kendari Sulteng.

6. Surianto, Gilireng/21 agst 1985/islam/ gilireng Wajo Sulsel.

7. Wawan Saputra, palopo/30 des 1993/islam/jl. Ahmad yani rt.01 kel. Puncak indah kec. Malili Palopo.

8. Bayu Oktavianto, klaten/16 okt 1993/islam/klaten, miliran mendak Delanggu.

9. Rinaldi, wotu/26 april 1991/islam/jl. Tinumbu LR 132 2/12 RT. 03/06 Makassar.

10. Wendi Raknadian/Padang/03 okt 1987/islam/jl. DR M. HAtta rt.01/01 kel. Psr. Ambacang Padang Sumbar.

 

Foto: GUBERNUR Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama sejumlah pejabat Pemprov Sulut bertemu Menlu RI Retno Priansari


Pasar Segar