Entertain

Entertain

Distorsi Acara Musik Indonesia

MUSIK adalah sebuah hal yang dicari-cari dan sudah menjadi suatu kebutuhan bagi sebagian orang, maka acara musik di tv nasional adalah tontonan yang sering ditunggu-tunggu. Dimulai pada tahun 80-an ada Aneka Ria Safari dan Selekta Pop dari TVRI. Dua acara itu juga menjadi saksi lahirnya sejumlah musisi-musisi berkualitas pada saat itu.

 

Memasuki tahun 90-an, televisi swasta bermunculan dan menyuguhkan beragam acara musik dengan konsep yang lebih bervariasi, sebut saja Bursa Musik Indonesia (BMI), Nuansa Musik dan Delta. MTV (Music Television) indonesia adalah mungkin yang paling diingat oleh anak nongkrong, begitu sebutan untuk para penonton setianya, acara ini mulai mengudara sejak 1995 dan menjadi saksi kedigjayaan musik indonesia di periode itu. Tentu sampai saat ini kita masih mengenal vj-vj jebolan MTV Indonesia, Daniel Mananta, Rianty CartWright, Arie Untung, Marissa Nasution, Nirina Zubir hanya sebagian nama dari banyak vj (video jockey) yang masih bisa kita lihat wara-wiri di tv. Berbeda dengan para vj-nya yang tetap bersinar sampai sekarang, MTV indonesia lenyap dari peredaran pada april 2007.

 

Di tahun yang sama, tepatnya bulan desember inBox muncul sebagai acara musik yang terinspirasi Oleh MTV TRL asal Amerika Serikat yang berkonsep adanya tangga lagu/chart, banyak memutar video klip dan menghadirkan bintang tamu yang membahas soal musik sepenuhnya. Andhara Early adalah host pertama yang memandu inBox, dengan konsep yang fresh, acara ini mampu menarik banyak perhatian masyarakat indonesia, terbukti dari data Nielsen periode 18-24 februari 2008 yang menyatakan bahwa program ini meraih rata-rata rating TVR (Televison Rating) 2,9 dan share 27,1.

 

Melihat ratingnya yang cukup tinggi, stasiun tv lain pun mulai latah dengan menghadirkan banyak acara yang berkonsep sama, tapi kemudian gugur satu persatu, salah satu yang masih bertahan sampai sekarang adalah Dahsyat.

 

Dahsyat tayang perdana pada maret 2008 dengan host awal Darius Sinathriya, sampai akhirnya digantikan Raffi Ahmad, Olga Syahputra, dan Luna maya, lalu rating Dahsyat terus naik bahkan mengalahkan inBox, periode 6-12 oktober 2008 TVR rata-rata dahsyat mencapai 3,1 sementara inBox kalah tipis dengan TVR rata-rata 3,0. InBox  dan Dahsyat sampai saat ini pun masih terus tayang tapi pada kenyataanya perolehan TVR dan share sudah tidak seprima dulu. Bahakan meraih TVR 3 dan share di atas 25 kini sulit untuk dicapai. Apa yang membuat acara musik jenis ini mulai ditinggalkan ?

 

Sejak pertama tayang sampai saat ini, dua acara musik ini telah berproses dan mengalami perubahan-perubahan yang signifikan, sayangnya berbagai perubahan yang ada malah membawa acara musik ini jauh dari tujuan awal. Setiap pagi kita masih bisa menikmati inBox dan Dahsyat di televisi, tapi masyarakat dewasa ini tidak bisa lagi dibohongi dengan dalih acara yang bertemakan musik, karena jika program musik biasanya berisi musik lengkap dengan pembawa acaranya yang mengerti musik dan memiliki wawasan luas tentang perkembangan dunia musik, Sebaliknya, dua acara ini memberikan pengertian yang berbeda, musik hanya menjadi seperti materi selipan ke dua. Penonton disuguhi berbagai gimmick dari para host, ada juga segmen-segmen seperti bintang tamu yang dikerjai, disuruh main games, masak-memasak bersama chef, dan mengulik kehidupan para bintang tamu atau para host, itu semua membuat masyarakat bingung sebenarnya ini acara apa ? Jika ingin mendengarkan gosip bukankah ada acara infotainment?.

 

Tidak seperti MTV yang untuk mencari  pembawa acaranya saja mereka mengadakan ajang pencarian presenter yang bertajuk MTV vj hunt agar bisa memandu acara musik dengan cara yang berkualitas sedangkan Dahsyat dan inBox menggunakan komedian sebagai pembawa acara, maka program yang seharusnya berisi musik berubah menjadi seperti acara komedi.

 

Dengan banyak distorsi dan penyimpangan yang ada, video klip dan live perform tidak lagi menjadi menu utama, live perform hanya seperti formalitas dan jarang sekali adanya video klip yang diputar, semua hal tersebut pada akhirnya membuat sebagian masyarakat khawatir akan musisi indonesia yang tak bisa berjaya di negerinya sendiri.

 

Tentu ada pertimbangan yang membuat tim kreatif menampilkan bagian-bagian yang tidak relevan dengan industri musik. Mungkin selama periode tertentu bisa mendongkrak rating. Ya, lagi-lagi Kita harus menyerah pada rating. Bagaimanpun stasiun tv hidup dari iklan, sementara pengiklan mau memasang iklan jika rating acara tv tinggi, maka mereka membuat acara semenarik mungkin, terlepas relevan atau tidak.

 

Youtube adalah media yang saat ini paling bebas dalam menikmati berbagai macam musik, tapi tidak semua masyarakat dapat sepenuhnya mengakses internet, banyak saudara-saudara kita di pelosok yang mungkin belum bisa menggunakan internet, maka itu perlu adanya acara musik yang bagus di tv nasional, sebenarnya harapan kita belum sepenuhnya hilang.

 

Ada beberapa program musik yang pantas untuk ditonton pada beberapa stasiun tv nasional.

Yang pertama ada Breakout. Breakout adalah program televisi yang menghadirkan kumpulan video klip dari indonesia dan manca negara, mereka sering membahas pelakon-pelakon dalam dunia musik juga suka mengcover lagu-lagu yang sementara dibahas. Dengan host Sheryl Sheinafia, penyanyi pendatang baru yang punya musikalitas tinggi dan boy william yang  berwawasan luas soal musik. Acara ini mengudara sejak mei 2013 dan masih bisa kita nikmati sampai sekarang.

Kemudian ada program Music Everywhere, acara ini berkonsep acara karoeke dan live music. Mereka sering mengundang musisi yang telah terbukti kualitasnya. Music Everywhere ditayangkan setiap sabtu pada pukul 22.30.

 

Ada juga program musik yang berjudul Top List, ini merupakan sebuah program video musik dari lagu-lagu yang terkenal melalui channel youtube. Selain menayangkan video klip, Top List juga memberikan suguhan menarik lainnya seperti informasi gaya hidup sampai dengan perkembangan terbaru dari dunia musik.

 

Lalu ada A Night With Trio Lestari, acara live music yang menghadirkan tiga musisi ternama Glenn Fredly, Shandy Sandoro, dan Tompi, acara ini sangat inspiratif karena selain membawakan lagu-lagu syahdu, mereka punya satu segmen mengundang orang-orang unik dan kreatif yang sukses dibidangnya sehingga bisa membuat masyarakat terinspirasi, acara ini juga punya bagian berjudul Bakal Lestari yaitu menghadirkan musisi-musisi baru yang punya potensi untuk memajukan musik indonesia, pada akhir acara mereka juga sering merekomendasikan musik-musik bagus untuk didengar.

 

Itu adalah sebagian dari beberapa acara musik yang masih konsisten pada tema musik itu sendiri, dan masih bisa kita tonton sampai saat ini. Sebenarnya kita bisa menikmati musik berkualitas jika kita bisa dengan jeli memilah-milah mana acara musik yang benar-benar kompeten dan mana yang tidak. Pandji Pragiwaksono sebagai salah satu rapper indonesia pernah mengatakan "Musik Indonesia ga terpuruk. Elo aja yang harus ganti tontonan". (RK)


Pasar Segar