Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

Diduga ‘Main Mata’, Polda Sulut Disorot, Terkait Penanganan Oknum Legislator Manado Narkoba

Manado TrenIndo.com – Prestasi gemilang yang diraih Polda Sulut dalam membongkar sindikat peredaran Narkotika di Sulut tuai sorotan. Dugaan ‘main mata’ antara polisi dan tersangka jadi penyebabnya.

Indikasi itu mencuat ketika Polda Sulut menggelar konfrensi pers tanpa disertai tersangka Sicilia Longdong, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Manado, pengguna barang haram.

“Tidak seperti biasanya, setiap mengelar konferensi pers terkait penangkapan narkoba, Polda biasanya menghadirkan tersangka dan barang buktinya. Tapi ini tidak. Polisi terkesan main mata, sehingga tersangka tidak dihadirkan,” kata Ketua LCKI Sulut, Vicktor Jouke Lolowang, Selasa (05/04/2016).

Ia pun membandingkan soal penangkapan narkoba yang dilakukan Polri maupun BNN diluar daerah Sulut yang selalu menghadirkan tersangka dan barang buktinya ketika menggelar konfrensi pers.

Seperti penangkapan oknum Bupati Ogan Ilir, langsung dibeberkan dan dihadirkan saat konferensi pers, kendati kata Lolowang tersangka baru sebulan dilantik.

“Begitu juga dengan penanganan kasus narkoba lainnya. Para tersangka dan barang bukti digelar bersamaan. Memang alasannya masuk akal, karena mengikuti assessment. Tapi itu kan bisa dilakukan setelah konferensi pers, seperti tersangka yang lebih dulu ditangkap pada operasi sebelumnya,” sambungnya.

Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung sendiri membantah adanya pilih kasih atau ‘main mata’ yang diduga dilakukan pihaknya. Usai konferensi pers, Marpaung yang dikonfirmasi dipintu keluar ruang Tribrata menegaskan, dalam masalah hukum tidak ada pilih kasih atau diistimewakan.

“Tidak ada pilih kasih, semua warga sama dimata hukum. Proses hukum tetap berjalan sebagaimana aturan yang berlaku,” tandas Brigjen Pol Marpaung kepada sejumlah wartawan.

Dari informasi yang diperoleh Trenindo, Sicilia tersangka kasus narkoba metamfetamine jenis sabu hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif penyidik Diresnarkoba Polda Sulut. Proses pengembangan kasus serta pemberlakukan assessment dari Polda dan BNNP Sulut terhadap pelaku masih berlanjut.

Selasa (05/04/2016), sejumlah personil DPRD Manado, terlihat berada di ruang penyidik Ditresnarkoba. Sekitar pukul 18.00 Wita, para wakil rakyat diperkirakan berjumlah 9 orang tiba di Mapolda dengan menumpangi dua kendaraan pribadi.

Beberapa diantaranya sempat terlihat adalah Sonny Lela dan Royke Anter. Mereka pun langsung menaiki tangga menuju lantai dua, dan masuk ke dalam ruang penyidik narkoba, yang saat itu sementara memeriksa Sicilia.

Tidak seperti penanganan kasus penyalahgunaan narkotika sebelumnya. Kasus yang menyeret mantan anggota DPRD Kota Manado, Sicilia Longdong kini beda. Apa pasal?, penyidik Ditresnarkoba Polda Sulut terkesan menyimpan tersangka atau TSK pengguna barang haram itu.

Padahal, mantan anggota DPRD Kota Manado yang diusung  partai Demokrat, telah dinyatakan sebagai tersangka. Mengingat, barang bukti (Babuk) narkoba jenis sabu dengan berat 0,15 gram ditemukan petugas ditangan pelaku.

Pasca menggelar konfrensi pers diruang Tribrata Kantor Mapolda Sulut, Senin (04/04/2016) siang, yang dipimpin langsung Kapolda, Brigjen Pol Wilmar Marpaung, didampingi Kepala BNNP Sulut, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto dan Diresnarkoba, Kombes Pol Edy Djubaedi, polisi enggan menghadirkan tersangka dan barang bukti dua paket shabu 0,15 gram.

Sungguh beda dengan penaganan kasus sebelumnya, dimana polisi menghadirkan setiap tersangka maupun barang bukti yang terjaring. Jika berkaca dari kasus narkotika yang melibatkan tiga oknum anggota Polres Bolmong, polisi atau penyidik bisa menghadirkan para pelaku maupun barang bukti.

Sayangnya, untuk kasus yang melibatkan mantan anggota DPRD Manado ini, seperti diistimewakan. Pelaku yang disimpan penyidik di rumah tahanan (Rutan) Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut baru bisa ditemui setelah awak media mendesak Kapolda Sulut. Meski telah menunggu selama setengah jam, awak media tidak diijinkan mewawancarai pelaku.

Sebelum disimpan penyidik di Rutan BNNP Sulut, Senin (04/04/2016), pukul 09.00 Wita, tersangka Sicilia masih berada di ruang Subdit III, Ditresnarkoba Polda Sulut. Ketika menggelar konfrensi pers pukul 14.00 Wita, pelaku tidak lagi berada di Mapolda.

Sicilia sendiri terjaring dalam operasi Bersinar di tempat karaoke Happy Puppy Mantos Manado, Jumat (01/04/2016) dinihari. Bukan hanya mantan anggota DPRD Manado, dalam operasi itu, petugas juga berhasil menjaring tiga pegawai Dinas PU Minut bersama satu leadis D’luxe.

Ketika diamankan, tiga pegawai Dinas PU dan leadis sudah dalam keadaan mabuk mengkonsumsi shabu. Petugas pun hanya bisa mengamankan alat hisap atau bong di D’luxe.(JEM)

 

Foto: pake anggota dewan deng empat pelaku yang kemarin.


Pasar Segar