Daerah

Daerah

Barang Bukti Disita Polisi, PT MSM Diduga Pakai Mercury

Minut - Meski penggunaan racun mercury dilarang karena membahayakan lingkungan dan makhluk hidup yang ada didalamnya, namun PT Meares Soputan Mining (MSM) di Minahasa Utara (Minut) yang bergerak di bidang pertambangan emas diduga diduga menggunakan mercury untuk pengolahan emas.

 

Dugaan itu makin kuat menyusul ditemukannya barang bukti berupa sianida dan mercury oleh Polres Minut di lokasi PT MSM. Kini barang bukti yang diduga kuat milik PT MSM itu sudah diamankan di Mapolres Minut.  Memang sebelumnya, 2015 tahun lalu, Polres Minut menerima laporan dari PT MSM terkait hilangnya racun sianida, namun berkembang di masyarakat kalau yang hilang itu bukan hanya sianida tetapi bersama racun mercury.  

 

Senada dengan yang dikatakan Kasat Reskrim Minut, AKP Satria Bimantara saat dikonfirmasi, mengakui pihaknya telah mengamankan sianida dan mercury. "Memang benar yang kami amankan sianida dan mercury,"kata Bimantara kepada wartawan, sembari meminta waktu untuk menginformasikan kasus ini secara lengkap ke publik.

 

Terpisah, juru bicara  PT MSM Herry Rumondor ketika dikonfirmasi membantah menggunakan mercury dalam pengolahan emas. Kata dia, barang bukti yang disita polisi bukan milik MSM, karena sampai saat ini MSM tidak pernah menggunakan mercury yang merupakan zat kimia yang dilarang. "Bisa jadi mercury yang disita milik pelaku, karena kami hanya menggunakan sianida untuk mengolah emas,"kata Rumondor beberapa waktu lalu.

 

Rumondor menjelaskan, pengolahan emas di bukit Tokatindung hanya menggunakan sianida, karbon, kapur dan oksigen. Selain ramah lingkungan, limbah hasil pengolahan emas, airnya digunakan untuk kebutuhan mandi dan cuci di kompleks tambang dan tanahnya direncanakan akan dijadikan pupuk urea. Sementara untuk sianida tidak berdampak pada lingkungan karena sifatnya terurai setelah terkena sinar matahari. "Karena ramah lingkungan, sisa limbahnya bisa kami manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi tambang. Jika menggunakan mercury, tentu sisa limbahnya tidak bisa dimanfaatkan karena mecury tidak bisa terurai,"pungkasnya.(sar)

 

Foto: PT MSM di Minahasa Utara.(foto istimewa)


Pasar Segar