Hukum & Kriminal

Hukum & Kriminal

Bank Sulut Diduga Gelapkan Dokumen Milik ASN Mitra

Manado, TrenIndo.com — Masyarakat rupanya harus berhati-hati ketika mengajukan permohonan untuk mendapatkan pinjaman dana di bank. Meski kebutuhan sangat mendesak, namun keamanan jaminan dokumen perlu dipertanyakan, agar tidak dirugikan dikemudian hari.

Kejadian itu dialami Stevi Kanender (32), warga Desa Matungkas Jaga IV, Kecamatan Dimembe, Minut. Sejumlah dokumen penting diduga kuat digelapkan oleh pihak bank, setelah dirinya menyelesaikan tanggung jawab pelunasan pinjaman.

Kasus ini pun telah dilaporkan pelapor ke Polda Sulut dengan bukti nomor laporan: STTLP/34.a/I/2016/SPKT. Dalam laporan tersebut, tanggal 24 Mei 2012 pelapor mengajukan permohonan pinjaman di Bank Sulut, Cabang Ratahan, Minahasa Tenggara (Mitra).

Dalam pengajuan tersebut, pelapor yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mitra, diminta untuk menjaminkan dokumen berupa SK CPNS 80 % asli, SK PNS asli, kartu Taspen dan kartu pegawai.

Setelah memberikan dokumen yang diminta, pihak bank pun menyetujui dengan memberikan pinjaman dana sebesar Rp114 juta. Pelapor pun diberikan waktu melakukan pelunasan selama 10 tahun, dengan angsuran setiap bulan Rp2.375.000.

Pelapor kemudian menjalankan kewajibannya dengan mengangsur 3,3 tahun, dan melakukan take over di Bank BRI unit Tombatu, untuk melunasi pinjaman di Bank Sulut tersebut. Selanjutnya pelapor melakukan pengecekan langsung ke pihak bank dan angsuran pinjaman dinyatakan lunas.

Sayangnya ketika pelapor akan mengambil semua jaminan yang dijaminkan, pihak Bank Sulut menyatakan dokumen pelapor tidak ada dan hilang. Merasa dirugikan, pelapor kemudian berupaya bertemu dengan sejumlah oknum terkait di bank tersebut, namun tetap saja dinyatakan hilang.

Mirisnya lagi, bukannya mendapat solusi, pelapor malah menerima perlawanan dari oknum Bank Sulut yang mengatakan percuma jika pelapor membawa kasus ini ke aparat kepolisian.

“Kasus ini sudah saya lapor ke Polda Sulut. dan sudah sekitar 2 kali saya memberikan keterangan kepada penyidik. Saya belum tahu pihak bank sudah berapa kali diperiksa. Tapi saya minta, Polda mengusut tuntas laporan ini karena saya dirugikan. Dan ini masa depan saya. jangan sampai ada nasabah lain yang menjadi korban seperti saya,” harap pelapor, belum lama ini.

Terkait laporan tersebut, Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung, melalui Kabid Humas AKBP Wilson Damanik menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut. “Laporannya kan sudah ada dan sementara berproses. Kita tidak pandang bulu, jika terbukti kita proses hukum,” tegas Damanik.(JEM)

 

Foto: Pelayanan di Bank Sulut. Ilustrasi (Foto: Ist)


Pasar Segar