Sports

Sports

Analogi Antara Pemain Bass dan N’golo Kante

TrenIndo.com – Memasuki Gameweek ke-32 Liga Inggris, Leicester masih kokoh berada di puncak klasemen sementara dengan koleksi 69 poin. Dengan selesainya International Break (Jadwal Pertandingan Internasional), Liga-liga di daratan Eropa kini bergulir kembali, termasuk Liga Primer Inggris. Saat ini penggemar sepakbola terutama Liga Primer sudah tidak terlalu dikejutkan dengan konsistensi Jamie Vardy dan kawan-kawan yang terus bersaing di papan atas klasemen musim ini. Bahkan mereka digadang-gadang sebagai people champion (denotasi juara pilihan masyarakat sepakbola). Hal ini santer dikemukakan karena Leicester sama sekali bukanlah tim yang diunggulkan untuk juara, bahkan untuk menerobos papan tengah kualitas mereka sangat diragukan di awal musim. Tanpa modal dan kekayaan luar biasa dibandingkan klub liga primer lainnya, Leicester dapat menjadi Jawara Liga Inggris dengan menyisahkan 5 pertandingan lagi. Menyusul kemenangan mereka 1-0 saat menghadapi Southampton kemarin lewat gol pemain belakang Wes Morgan, suara gema kesuksesan mereka kini berubah menjadi gaung. Kesempatan meraih juara terbuka sangat besar sehingga pujian dan sanjungan menghampiri mereka. Claudio Ranieri, Kasper Schmeichel yang juga putra legenda Manchester United, Peter Schmeichel dan tentu saja duet Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Tetapi ada satu pemain yang tidak terlalu menonjol, kemungkinan karena perannya kurang digemari masyarakat sepakbola. Dia adalah N’golo Kante, cocok disebut juga sebagai unsung hero (pahlawan yang tidak dielu-elukan).

N’golo Kante

Bila kita berandai-andai kelima nama di atas ada dalam sebuah band musik, maka mungkin kita akan mendapati analogi yang cukup menarik. Claudio Ranieri selaku manajer grup band, Kasper yang adalah putra Legenda Manchester United Peter Schmeichel, di posisi penabuh drum, Riyad Mahrez adalah gitaris sering melantunkan lead melodi-melodi indahnya mengacu lewat dribble dan agresinya, dan tentu saja Jamie Vardy sebagai vokalis yang punya karakter suara unik. Menarik untuk lebih melihat ke dalam peran N’golo Kante yang mungkin boleh diumpamakan seorang bassist. Dibandingkan dengan bassist,  posisi gitaris dan vokalis adalah posisi yang mungkin paling banyak dibicarakan khalayak ramai. Kebanyakan frontman dari sebuah band musik memang adalah 2 posisi tersebut, sangat jarang kita temui seorang bassist atau drummer yang mendapat sorotan terlebih pada kacamata masyarakat awam. Hal yang lumayan mirip mungkin terjadi pada Leicester. Di saat Riyad Mahrez dan Jamie Vardy dipuja-puja atas umpan dan gol yang ditunggu-tunggu penggemarnya, Kasper yang sigap melakukan penyelamatan ketika serangan datang plus nama besar sang ayah, N’golo Kante adalah sosok penting yang mungkin tidak terlalu dibicarakan publik penggila sepakbola. Pemain asal Perancis yang digadang-gadang mempunyai gaya bermain seperti Claude Makelele ini tak sepopuler rekan-rekannya yang lain. Padahal jika diibaratkan seorang bassist, perannya boleh dikatakan sentral dan penting, mengatur ritme, berfungsi sebagai fondasi tim saat membantu pertahanan, mengisi lubang dari beat yang didentumkan drummer, sesekali melakukan slap pada senar bassnya diumpamakan tackle-tackle yang sukses dan intersep yang dilakukannya saat bertanding, dia pun dapat meledak-ledak bila alur pertandingan makin cepat. Pemain gitar bass yang sangat istimewa, diam tapi penuh gairah dan groovy, dia adalah nadi dalam tim dan harmonisasi.

 

Flea, Personil Red Hot Chili Peppers

Setiap pemain bass tidak selamanya mempunyai karakter atau peran yang mirip. Defensive Midfielder yang satu ini mungkin kurang mirip diasosiasikan dengan sosok Sting atau Paul McCartney yang berdiri di depan dengan pesona dan karisma-nya. Dia pun kurang cocok digambarkan sebagai Bassist berteknik tinggi yang dapat mengolah bola seperti John Myung, Billy Sheehan ataupun Victor Wooten yang apik bila tampil sendirian persis serupa para pemain tengah dengan skill mumpuni seperti Nemanja Matic dan Sergio Busquets yang dapat menjadi Holding Midfielder di era sepakbola modern. Tapi dia mungkin lebih mirip ‘Flea’, bassist Red Hot Chili Peppers. Mampu melancarkan tackle dan memotong arus serangan lawan lewat teknik slap bass, memberikan chord yang tepat saat gitaris hendak menyerang atau memainkan melodi saat interlude, dan tetap siaga membaca pertandingan atau saat timnya kehilangan bola. Flea adalah seorang bassist beraliran funk-rock yang tidak ingin bermain dengan rumit. Bersama RHCP terlebih di album One Hot Minute, dia menunjukkan konsistensinya bahwa ‘less is more’, semakin sederhana semakin baik dan itu nampak pada gaya bermain N’golo Kante. Selaras dengan permainannya, Leicester pun dianggap memainkan sepakbola sederhana. Dengan 4-4-2 flat, formasi klasik yang diterapkan manajer Claudio Ranieri, para pemain dituntut bermain sederhana. Saat Liga Primer dikuasai oleh taktik 4-2-3-1, pemuncak klasemen sementara nampaknya nyaman dengan formasi yang sering disebut formasi kuno ini. Terorganisir dengan baik, bertahan secara kolektif dan disiplin serta mengandalkan serangan balik yang luar biasa efektif, terbukti dapat menghantarkan mereka menjadi pemimpin klasemen 2015-2016 Liga Primer berjarak 7 poin dengan posisi kedua, Tottenham Hotspurs.

Kesuksesan dari klub yang bermarkas di King Power Stadium ini tidak lepas dari peran seorang N’golo Kante. Lewat statistik Squawka dan WhoScored, dia mencatatkan namanya sebanyak 3 kali sebagai Man Of The Match di pertandingan resmi EPL bersama The Foxes (julukan Leicester), rata-rata ketepatan umpan 82 persen, serta menjadi pemain yang rata-rata tackle dan intercept-nya tertinggi di Liga Primer, yaitu sebanyak 4 kali setiap pertandingan. Pihak klub pun menyadari betapa pentingnya peran pemain yang mengidolakan Lassana Diarra ini. Kontrak baru siap diberikan demi mempertahankan salah satu aset klub selain Jamie Vardy dan Riyad Mahrez. Setelah era Roy Keane, Patrick Viera dan Claude Makelele, kini muncul Defensive Midfielder yang keras dan tangguh seperti N’golo Kante. Apakah pemain tipe petarung ini akan tetap bertahan bersama The Foxes? (RBT)


Pasar Segar