Politik & Pemerintahan

Politik & Pemerintahan

Ada Pejabat Pemprov Suka Ungkit-ungkit Masa Lalu Sang Mantan

Manado, TrenIndo.com - Selama memimpin Sulawesi Utara, tak terhitung yang dikerjakan DR SH Sarundajang dalam membangun Nyiur Melambai. Bahkan, dalam 10 tahun terakhir, pembangunan di daerah ini berkembang pesat. Tingkat perekonomian bergerak maju, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2015 pun masuk tiga besar nasional.

Sayangnya, prestasi serta kerja keras yang ditunjukan SHS itu tidak sebanding dengan penghargaan yang dia terima. Buktinya, pasca melepas masa jabatan sebagai gubernur September 2015 silam, diam-diam ada beberapa oknum pejabat yang melakukan tindakan tidak terpuji. Tak tanggung-tanggung, hal-hal buruk yang dilakukan SHS menurut para pejabat itu kurang baik, diceritakan kepada pemimpin yang baru.

Budaya ‘cari muka’ sepertinya masih melekat erat di otak para oknum pejabat Pemprov. Kondisi itu diketahui ketika Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw memimpin apel kerja perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulut, Senin (11/04).

Saat memberikan pembinaan, dihadapan pejabat, Kandouw meminta agar ASN Pemprov menghentikan penilain-penilaian buruk kepada pemimpin sebelumnya. Dia meminta seluruh ASN fokus bekerja.

“Saya minta ASN tidak mengangkat-angkat hal-hal yang kurang baik terhadap mantan pimpinan kita. Itu harus dikuburkan jauh-jauh. Sebagai birokrat, kita memiliki etika birokrasi. Jadi sebagai pejabat publik, kita dilarang mengungkit-ungkit masa lalu dari mantan atasan kita,” tegasnya.

Disamping itu, Wagub juga menyinggung soal loyalitas, dedikasi, pengorbanan dan prestasi yang pernah disampaikan gubernur Olly Dondokambey pada pertemuan perdana.

“Permintaan pak Gubernur itu sangat filosofis. Loyalitas misalnnya, didalamnya mengandung kepatuhan dan kesetiaan. Artinya dalam setiap melaksanakan tugas dan kewenangannya setiap ASN harus patuh dan setia pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, sebagaimana yang dimintakan pimpinan,” ujarnya.

Kemudian Dedikasi, kata mantan Ketua DPRD Provinsi ini, mengandung makna didalammnya adalah pengorbanan, baik tenaga, pikiran dan waktu demi suatu tujuaan mulia.

“Pengorbanan yaitu perbuatan mengorbankan. Sedangkan prestasi menunjukan hasil yang telah dicapai apakah dinikmati masyarakat atau sebaliknya. Jika semua ini mampu dijalaninya dengan baik, berarti di antara sesama kita ada saling menghargai dan saling mendukung, sehingga kami senang dan kalian juga merasa senang,” ucapnya.

Dikatakannya, dalam menjalankan roda pemerintahan, gubernur dan wakil gubernur tetap mengacu pada hasil kerja dan prestasi yang didalamnya adalah empat hal yang disampaikan gubernur.

“Saya dan dan Pak Olly sudah bertekad untuk memberi rasa aman kepada kalian  dengan catatan harus ada Feed Back, secara timbal balik, apa itu semua yaitu empat hal yang dimaksud tadi,”ujar Kandouw.(mar)

 

Foto: Sinyo Harry Sarundajang


Pasar Segar