Liputan Khusus

Liputan Khusus

8 April Batas Tebusan Rp 14,2 Miliar, Jika Tidak Ini Yang Akan Mereka Lakukan

Manado, TrenIndo.com - Separatis kelompok Abu Sayyaf memberi tenggat waktu hingga 8 April batas tebusan 50 juta peso atau setara Rp14,2 Miliar untuk membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI), kru kapal Tugboat Brahma 12 yang mereka sandera.

 

Menurut media di Filipina, inquirer, satu video di facebook melalui akun yang memiliki koneksi dengan militan, menyebutkan bila pembayaran tak dilakukan sandera bakal dibunuh.

 

Diketahui ke 10 WNI yang disandera separatis, 3 diantaranya adalah warga Sulawesi Utara. Femmy Wowor, istri Julian Philip, kapten kapal tug boat Brahma 12 warga dibKelurahan Sasaran Lingkungan IV, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa mengaku terpukul dengan kejadian ini. "Kami memohon dukungan doa. Besar harapan keluarga agat Julian dan teman-temannya selamat,"ujarnya.

 

Sebelumnya, Rabu (30/03/2016) lalu, Gubernur Olly Dondokambey melakukan pertemuan dengan pihak Keluarga korban Julian Philipi (Kapten Kapal) di Kelurahan Sasaran Tondano-Minahasa, Kamis (31/03/2016) di Jakarta Utara, gubernur bertemu keluarga korban Alvian Elvis Repi, di kediaman Keluarga Kawasan Tanjung Priuk. Rombongan gubernur, diterima kerabat Korban yakni Syane Repi didampingi Isteri Youla Lasut (28) dan dua anaknya masing-masing Viola Repi (2), Zefanya Repi (3).

 

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terus mengupayakan penyelamatan. 10 WNI ini ialah awak kapal tug boat Brahma yang menarik kapal tongkang Anand 12 yang diisi batubara. Tug boat dilepaskan oleh kelompok Abu Sayyaf, namun 10 WNI dan awak Brahma disandera.(mar/kpc)

 

Foto: FEMMY Wowor memperlihatkan foto suaminya Julian Philip.(foto ist)


Pasar Segar